Tanpa ada gugusan bintang bintang. Awan menepikan percik cahayanya. Jatuh timbul dan kemudian tenggelam. Kembali dalam gelap yang paling gelap.
Kau datang dengan lisan berkrisan. Membawa sekantong lentera dan segenggam rasa. Kupigurakan ia dalam segenap jiwa.
Rembulan jatuh di pangkuan. Menyemak butir butir embun yang lintas di udara. Tak ada sesak. Tak ada rukhsah.
Ini perjalanan seorang musafir. Tuntaslah sudah.
Rembulan jatuh di pangkuan. Setelah ia singgah sebagai srigunting. Mewacana menjadi sansekerta. Ia kemudian bermutiara. Lantas kujumputi. Kutelaah dengan hikmah bermakna.
Rembulan jatuh di pangkuanku. Menumbuki riuh. Menyauh di pelabuhan di sebuah teluk. Â Tak ada apa apa selain ilhami pituturmu itu. Sabdamu cintaku.
20 Mei 2019
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI