Mohon tunggu...
Mim Yudiarto
Mim Yudiarto Mohon Tunggu... Buruh - buruh proletar

Aku hanyalah ludah dari lidah yang bersumpah tak akan berserah pada kalah....

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Lukis dengan Tatapan

26 Juli 2017   21:38 Diperbarui: 26 Juli 2017   22:00 146
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Buih buih putih datang untuk mencapai kesepakatan

Biarkan dirinya menuju hulu karang menjulang

Menyertai warna rindu yang pecah menjadi dua

Satu kepada cinta

Satu kepada Pemilik Cinta

Tegar bukan hanya sekedar

Bagi karang karang terjal penjaga pantai

Dari amukan gelombang jika angin berusaha membadai

Ini semacam penghambaan

Dari seorang pelayan kepada kesetiaan

Lihat bagaimana hitungan dimulai

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun