Seandainya kita terlanjur tertidur ditelikung kenangan pada tikungan berbahaya yang disebut pikiran mengenang-ngenang, mungkin sudah waktunya untuk mengencangkan tali kekang. Kuda-kuda yang dihela hati mesti dipasangi sanggurdi, yang terbuat dari anyaman kelembutan pagi dan disepuh kekuatan matahari.
Pada kerumunan ingatan yang kehilangan perbincangan, benak dan otak semuanya terdiam. Menunggu waktu mengaku. Bahwa memang ada sesuatu. Dahulu.
Pada setiap pengakuan yang berujung pada penyangkalan, terdapat sirat dan surat mengenai penyesalan. Kali ini tak perlu menunggu waktu untuk mengaku. Karena kenangan yang membatu pada akhirnya akan mencair satu demi satu.
Kali ini. Kuda-kuda yang dihela dari kedalaman hati dipacu tiada henti. Dalam sebuah perlombaan merayakan kemenangan. Terhadap kenyataan yang menggilas kenangan.
Sehingga tak ada lagi tikungan berbahaya yang mesti diberi rambu-rambu peringatan. Bahwa di ingatan pernah terjadi kecelakaan. Yaitu sejarah cinta yang nyaris terlupakan.
Jakarta, 29 Mei 2019
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI