Mohon tunggu...
Mim Yudiarto
Mim Yudiarto Mohon Tunggu... Buruh - buruh proletar

Aku hanyalah ludah dari lidah yang bersumpah tak akan berserah pada kalah....

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi Sederhana untuk Cinta yang Sempurna

3 Mei 2018   08:53 Diperbarui: 3 Mei 2018   08:58 587
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber: www.cerpen.co.id

Berdiri tegak

Menumpang buih berwarna putih

Di puncak gelombang keinginan

Mencintai tanpa garis batas

Seperti langit terhadap semestanya

Karena telah memberinya kesempatan kedua

Menjadi biru tanpa selarikpun noktah abu-abu

Berjalan tegap

Di antara kerumunan masa lalu

Meraih satu kenangan

Memakunya di dinding hati

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun