Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat spesial untuk kaum muslim, dimana pada bulan ini umat muslim berlomba-lomba meningkatkan urusan dalam menunaikan ibadah wajib maupun sunah. Sebab dalam bulan ini pahala akan di lipat gandakan sehingga semua umat muslim khususnya orang yang beriman tidak akan menyia-nyiakan datangnya bulan ramadhan ini.Â
Dalam bulan Ramadhan ada amalan wajib yang harus  dilakukan seorang muslim yaitu Berpuasa. Dalam ilmu tassawuf terdapat 3 tingkatan puasa, yang pertama pada tingkatan syariat, tingkatan hakikat,  dan tingkatan ma'rifat.Â
 Makna puasa dalam konteks syariat adalah menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkannya, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.Â
Puasa dalam tingkat hakikat yaitu menahan dari segala pandangan, pendengaran, lisan, dan Seluruh anggota tubuh untuk melakukan kemungkaran. Tapi makna puasa tingkat hakikat bagi sebagian ulama adalah menjaga hati dari yang selain Allah. Artinya dalam berpuasa tujuanya untuk membersihkan hati dari segala yang penyakit hati seperti, iri, dengki, hasut, dan lain sebagainya.Â
Puasa dalam tingkatan ma'rifat yaitu puasa hati dari segala pikiran dan godaan duniawi yang dapat memalingkan manusia terhadap Allah SWT.  Seseorang akan dapat naik peringkat puasanya jika diri kita ini memiliki pengetahuan tentang Allah SWT (ma'rifatullah). Ma'rifatullah sangat erat hubungannya dengan keimanan. Orang yang sudah mencapai derajat ma'rifatullah maka keimanan semakin kuat karena sekat-sekat keraguan dalam dirinya sudah tidak ada lagi.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI