Status Ekonomi: Studi juga mencatat bahwa orang dengan pendapatan tinggi lebih mungkin merasa kesepian, mungkin karena tekanan sosial atau ekspektasi yang lebih tinggi dalam hal hubungan sosial.
Mengatasi Kesepian Gen Z
Sebenarnya, Gen Z siap untuk terhubung dan mengatasi kesepian. Ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk membantu mereka merasa lebih terhubung dan terintegrasikan ke dalam komunitas:
Bergabung dengan Kelompok Lokal:Â Bergabung dengan kelompok atau komunitas lokal yang memiliki minat atau hobi yang sama dengan, seperti yang disarankan oleh penelitian Harris atas nama Fortune.
Memulai Hobi Baru: Memulai hobi baru adalah cara yang baik untuk bertemu orang baru dan memperluas lingkaran sosial, seperti yang ditemukan oleh studi A/B Consulting dan Maveron VC.
Terlibat dalam Kegiatan Sukarela: Menjadi sukarelawan untuk dapat membantu mereka merasa lebih terhubung dengan masyarakat, sesuai dengan temuan studi.
Manfaatkan Teknologi dengan Bijak: Gunakan teknologi untuk menghubungkan diri dengan orang lain, tetapi juga pertimbangkan untuk menjaga keseimbangan dengan interaksi tatap muka, seperti yang dijelaskan dalam penelitian.
Berkomunikasi Aktif: Jadilah lebih aktif dalam berkomunikasi dengan teman-teman dan keluarga, sesuai dengan temuan Harris atas nama Fortune.
Jaga Keseimbangan Hidup: Tetapkan keseimbangan antara waktu online dan offline untuk menjaga hubungan sosial yang sehat, seperti yang disarankan oleh studi A/B Consulting dan Maveron VC.
Dalam era teknologi yang semakin maju, pertanyaan mengenai apakah Gen Z adalah generasi yang kesepian dan tak memiliki sahabat memunculkan refleksi mendalam.
Gen Z telah menunjukkan kesiapan mereka untuk terhubung dan mengambil langkah-langkah nyata untuk mengatasi kesepian. Mereka bukanlah generasi yang pasif, tetapi pionir dalam mengeksplorasi cara-cara baru untuk menjalin hubungan sosial yang lebih bermakna.