Hal yang perlu diperhatikan dalam rencana pembangunan super app pemerintah tersebut adalah pemahaman terhadap kondisi masyarakat Indonesia saat ini dan kedepan dengan memperhatikan kesederhanaan pada dua hal utama yang harus dipertimbangkan oleh personel TI di awal setiap proyek aplikasi.
Hal yang harus dihindari adalah membangun aplikasi secara membabi buta. Untuk itu pemerintah dapat mengevaluasi perangkat apa yang digunakan masyarakat untuk mengakses layanan online dan menyusun statistik untuk hal tersebut. Jangan sampai masyarakat tidak dapat berinteraksi dengan pemerintah secara mudah justru karena keputusan penggabungan satu platform saja.
Smartphone (gawai) merupakan akses ke internet bagi seseorang yang tidak berpenghasilan tinggi dan berada di bawah garis kemiskinan. Dibandingkan dengan laptop, gawai dua kali lebih mudah mengakses koneksi internet karena biaya masuk yang lebih rendah untuk bekerja dengannya, terutama bagi yang tidak mempunyai wifi.
Proses keluhan masyarakat bisa disampaikan secara sederhana yang diaktifkan dengan perangkat seluler. Masyarakat sebagai pengguna bisa memulai aplikasi dengan mengambil gambar, dan program cukup meminta pengguna tersebut untuk memasukkan informasi. Gambar tersebut kemudian diberi tag geografis dan dikirim ke pihak yang tepat di dalam lembaga-lembaga pemerintahan untuk menangani situasi tersebut.
Platform super app tersebut selain memiliki fungsi pelaporan, juga sebaiknya bisa berfungsi sebagai sarana untuk mempromosikan bisnis dan pariwisata serta berbagi informasi dengan semua masyarakat tentang berbagai layanan pemerintah dan kemasyarakatan lainnya. Konotasi negatif terhadap gov-apps yang hanya memiliki fungsi pelaporan, akan membuat masyarakat cenderung melaporkan lebih banyak hal yang salah daripada memberi tahu hal-hal yang berjalan dengan baik pada aplikasi.
Masa depan super app pemerintah akan sangat kuat dan positif. Pengembangan perangkat seluler yang benar-benar portabel dan terjangkau, dikombinasikan dengan aplikasi yang dapat melakukan beberapa fungsi, menawarkan potensi nyata untuk penghematan biaya dan peningkatan efisiensi. Â
MERZA GAMALÂ
- Pengkaji Sosial Ekonomi Islami
- Author of Change Management & Cultural Transformation
- Former AVP Corporate Culture at Biggest Bank Syariah
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H