Omnibus Law UU Cipta Kerja atau UU Tenaga Kerja atau apapun itu namanya, yang di sahkan di tengah pandemi ini telah membuat heboh lini media sosial dan bahkan dunia nyata. Pro dan Kontra bersliweran dengan pendapat masing-masing. Untuk itu saya akan sedikit beropini tentang hal ini.
Anda tahu tentang UU Cipta Kerja ini? Sudah baca seluruhnya? Belum? coba baca dulu yang lengkap agar tidak termakan aneka meme hoax yang beredar..
Apakah anda tau, UU Cipta Kerja ini, kalau tidak dibuat dan disahkan dalam waktu singkat, sangat membuka kemungkinan investor akan kabur.. karena kejelasan penanaman modal tidak ada...
Lalu Pemerintah berpihak pada investor? Harus!Â
Coba gunakan logika, kalau mereka para investor tidak ada, tidak membuka usaha disini, lalu lapangan kerja juga tidak akan ada.. yg mau bikin usaha siapa kalau undang-undangnya tidak menguntungkan mereka..
Liat berapa banyak usaha yg sudah tutup sekarang, terutama setelah era pandemi. Bersyukurlah kalian wahai orang-orang yg masih dipekerjakan. Banyak yg bingung mau makan besok pakai apa, itu juga kalau hari ini bisa makan.. Kondisi keuangan saya sebagai fotografer saja drop banget saat ini. No job dari bulan Maret (curcol).
Untuk Industri yang menyerap banyak tenaga kerja, saat ini kita bertarung dengan luar negeri, sudah jadi rahasia umum bahwa daripada pengusaha bikin pabrik di Indonesia, lebih baik bikin pabrik di luar negeri. Tenaga kerja sana lebih produktif dan gak demo melulu..
Nyata lho ini.. bahkan sebelum pandemi satu persatu pabrik tutup dan pindah kalau gak ke cina ya ke thailand atau Vietnam yg biaya buruh lebih rendah namun lebih produktif..
Bayangin ada buruh pabrik yg minta gaji 11 juta belum termasuk tunjangan.. lhaaa.. buruh minta segitu gimana ke atasnya? Mana kuat perusahaannya.. tutup aja tuh pabriknya sekalian.. terus nasibnya gimana?
Misalnya anda seorang buruh dan ikut demo karena diajak serikat buruh, tapi apakah anda berpikir kalau yg anda lakukan justru merugikan diri anda sendiri.
Anda minta nasib anda sebagai buruh dipikirkan, tapi anda tidak berpikir kualifikasi anda seperti apa? Nilai anda buat perusahaan seberapa? Apakah anda layak dibayar sesuai dengan tuntutan anda...