Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar tentang kekayaan (baca:uang) ?
Harta, kekayaan, jabatan, itu semua merupakan salah beberapa dari tolak ukur kesuksesan orang-orang yang kehidupannya hanya sebatas mengejar kehidupan dunia. Namun, bagi orang-orang yang beriman akan hari akhir, tujuan akhir kesuksesan mereka bukan hanya tentang uang dan jabatan namun yang terpenting adalah terbebas dari api nereka. Ya, itulah kesuksesan yang hakiki.Â
Hal ini selaras dengan potongan firman Allah dalam Al-Qur'an Q.S Ali Imran (185) :
... ...
Yang artinya : "...Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah sukses..."
Lalu, apakah kita sebagai seorang muslim harus menjauhkan diri dari harta kekayaan dan bersikap zuhud dalam artian yang kurang tepat ?Â
Apakah kita harus tinggal di gubuk yang usang dan hanya hidup untuk beribadah kepada Allah ?
Pertanyaan ini timbul ketika ada beberapa orang yang membuat seolah ada kontradiksi yang terjadi saat seseorang muslim diberi kenikmatan berupa harta yang berlebih maka ia telah terfitnah oleh dunia dan sudah salah tujuan ? Mungkin kita sering dengar :
"Wah, si fulan sekarang sudah punya harta banyak, tujuannya sudah bukan akhirat lagi rupanya"Â
Apakah benar seperti itu ? Silahkan para pembaca menyimpulkan sendiri di akhir tulisan ini.
Berangkat dari sebuah hadits yang barang kali bisa memperluas perspektif kita tentang harta, Rasulullah Shallallahu 'Alayhi wa Sallam bersabda di sebuah hadits :Â