Pandemi Covid 19 yang menyerang dunia sejak akhir tahun 2019 tentu saja membawa banyak dampak bagi kehidupan, salah satunya dalam sektor ekonomi. Kebijakan pembatasan sosial yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menekan laju penularan virus corona pada akhirnya menimbulkan permasalahan baru, yakni meningkatnya tingkat pengangguran dan kemiskinan.Â
Maka, untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, pemerintah memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Covid 19. Bantuan yang diberikan oleh pemerintah adalah bantuan sosial sembako, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan bantuan beras. Bantuan-bantuan tersebut disalurkan oleh berbagai lembaga, mulai dari kementrian, pemerintah daerah, dan BUMN.
Wilayah RW 01 Kelurahan Cibubur, Jakarta Timur juga menjadi salah satu wilayah yang terdampak pandemi Covid 19. Wilayah dengan luas sekitar 320 m2, yang terdiri dari 13 RT tersebut kebanyakan warganya berprofesi sebagai pedagang karena daerah tersebut terbilang cukup strategis.Â
Oleh karena itu, adanya pandemi Covid 19 ini membuat omzet para pedagang menurun drastis bahkan gulung tikar, sehingga mereka menjadi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.Â
Untuk itu, pemerintah dengan bantuan perangkat wilayah setempat memberikan bantuan sosial kepada warga terdampak Covid 19 di RW 01 Kelurahan Cibubur. Bantuan sosial tersebut tidak hanya diberikan kepada warga yang memang sudah terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos, melainkan juga diberikan kepada warga lain yang dinilai layak untuk menerima bantuan.Â
Bantuan sosial yang diterima oleh warga RW 01 Kelurahan Cibubur adalah bantuan sosial sembako, BLT, dan bantuan beras. Bantuan-bantuan sosial tersebut disalurkan oleh Kementrian Sosial RI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.Â
Dari awal periode sampai akhir distribusi bansos, terdapat sekitar 400-1000 penerima bansos dari keseluruhan RT yang terdapat di RW 01 Kelurahan Cibubur. Adapun pihak-pihak terkai yang terlibat dalam program bansos ini
Bantuan sosial berupa sembako, beras, dan sebagainya, sejatinya bukanlah solusi utama untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran akibat Covid 19. Sebab, dikhawatirkan masyarakat akan semakin ketergantungan dengan bantuan sosial yangdan malas untuk bekerja. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah perencanaan sosial yang dapat meningkatkan kesejahteraan  dengan cara meningkatkan partisipasi masyarakat.Â
Dalam perencanaan pembangunan sosial, hal semacam itu termasuk ke dalam pendekatan pembangunan sosial berbasis pada pengelolaan sumber yang bertumpu ke masyarakat, yakni pendekatan yang mencoba untuk mengembangkan rasa keefektifan politis yang akan mengubah penerima pasif dan reaktif menjadi peserta aktif yang memberikan kontribusi dalam proses pembangunan. Di mana, rakyat memiliki peran untuk berpartisipasi dan berfokus pada kemampuan masyarakat miskin dalam meningkatkan kemandiriannya.
Melihat analisis tersebut, maka penulis menyiapkan sebuah desain program yang merupakan pembaharuan dari program sebelumnya. Dalam program yang penulis namakan dengan nama sebutan "Bansarja"atau Bantuan Sosial Rakyat Sejahtera, masyarakat RW 01 Kelurahan Cibubur tidak hanya diberikan bantuan sosial uang atau sembako, melainkan, masyarakat yang berada di usia produktif juga disediakan pelatihan keterampilan yang nantinya akan bergua di masa yang akan datang.Â