Hiduplah lagi, satu detak jantung lebih lama dari seharusnya
Dalam narasi yang menganggapmu terlalu imajiner untuk dimiliki
Dengan izinmu aku akan jadi naratornya. Di sebelah jantungku akan kulekatkan bilik lagi, hanya satu. Lebih mirip ruangan rahasia Harry Potter karena organ lainnya tidak akan tahu. Hanya kau dan aku. Tapi riangmu hanya milikku, apimu hanya membakarku.
Maka satu-satunya pemadam kebakaran yang mampu menentukan hidup-matiku juga cuma pemilik namamu. Kau bisa memilih membiarkan api atau menyemprotkan air yang bisa saja kau campur dengan minyak tanah. Kau punya tempat khusus itu.
Kau dengar debur air yang sedang lomba lari dengan ombak itu? Bahkan kau dapat mengizinkanku mendengar atau menjadi tuli sebab pada telingaku tersumbat earphone berupa seorang lelaki yang kupanggil engkau. Yang dalam bisik dan gaungnya tetap yang kudengar hanya satu darimu.
Maka ketika letih, aku akan berganti jadi kursi sandaran yang selalu kau lupa bila hendak kerja. Tapi yang akan kau cari pertama kali ketika kaubayangkan konsep pulang. Sebab yang kautahu, pulang tidak melulu soal rumah.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI