Jika cinta adalah manusia,
dan manusia wajib memeluk agama.
"Cinta, apa agamamu?"Â
Ah, jangan salah berandai-andai.
Cinta bukan manusia.
Dia hanyalah rasa dalam hati manusia.Â
Salah! Cinta bukan hanya rasa.
Dia adalah masa depan manusia
yang menentukan generasi manusia
Salah! Cinta tak menentukan generasi manusia
Bukankah kelahiran dan kematian manusia
Adalah otoritas Tuhan, Sang Pemilik manusia?
Ya, ya. Benar.
Itu sesuai keyakinan umat beragama
Jika demikian, apa hubungan cinta dan agama?
Cinta adalah anugerah Tuhan dalam diri manusia beragama
Karena cinta kepada hidup, maka manusia  memeluk agama
Cinta adalah ajaran universal kasih sayang oleh agama
Jika cinta ada dalam diri manusia
berarti cinta turut memiliki agama, bukan?
"Cinta agamamu apa?"
Bukan! bukan cinta yang memiliki agama
Agama yang memiliki cinta
Karenanya agama mengajarkan perdamaian
Jika agama memiliki cinta.
Jika agama ajarkan perdamaian karena cinta.
Mengapa agama memisahkan dua cinta?Â
Agama tak pernah memisahkan percintaan.
Bukankah perjumpaan dan perpisahan
adalah pilihan dan keputusan?Â
Bukan! Keyakinanku:
Perjumpaan dan perpisahan itu bukan pilihan.
Melainkan kehendak Sang Tuhan.Â
Nah, jika engkau percaya kehendak Tuhan,
engkaulah yang memiliki agama. Â
Tak usah bertanya: "Cinta, apa agamamu?"Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H