Naik omzet menjadi idaman para penjual sebagai tanda adanya peningkatan dalam penjualannya. Naik omzet di Whatsapp menjadi impian para penjual online terutama yang menjajakan dagangannya di aplikasi hijau ini. Namun, naik omzet tidak akan terjadi bila seorang penjual  melakukan langkah-langkah yang menyebabkan naik omzet gagal terwujud. Apa saja penghambat tersebut, simak di sini yuk.Â
Indari Mastuti: Luangkan Waktu
Dalam salah satu sesi belajar di sekolah perempuan Indscript Creative, Indari Mastuti, business coach para perempuan sekaligus CEO Indscript Creative menyebutkan untuk bisa naik omzet di Whatsapp seseorang harus meluangkan cukup waktu. Dengan meluangkan waktu yang cukup seorang penjual dapat menjalin interaksi yang kuat dengan seorang customer. Â
Interaksi yang kuat penting dilakukan agar calon customer percaya pada penjual. Jika penjual ingin naik omzet, hal pertama yang harus dilakukan adalah menjalin kepercayaan. Oleh sebab itu mulailah berjualan pada orang terdekat dahulu. Interaksi yang kuat juga dapat dibangun dengan aktif di grup. Jangan langsung berjualan ketika di grup orang tapi aktiflah menjawab pertanyaan atau memberikan sesi sharing yang bermanfaat dan edukatif. Hal ini dapat membuat member grup 'kenal' dengan penjual.Â
Gagal Naik Omzet
Jika merasa penjualan di Whatsapp tidak ada peningkatan, bahkan dalam satu hari terkadang tidak ada pembeli, maka mungkin ada yang salah dengan pola penjualan. Berjualan di media komunikasi seperti Whatsapp membutuhkan effort. Jika tidak meluangkan waktu, omzet hanya stuck, tidak akan mengalami peningkatan. Indari Mastuti dalam training online kelas naik omzet di Whatsapp membeberkan hal-hal yang menyebabkan naik omzet gagal terwujud:
1. Malas Action
Jangan malas berinteraksi dengan database. Kirim pesan broadcast mengajak berkenalan, aktif di grup dan berikan sesi sharing yang edukatif. Ajak para member di grup berkenalan agar penjual menemukan database baru. Setelah itu, jalin interaksi yang kuat dengan bersikap ramah dan luwes.
2. Cuma Scrolling
Kebanyakan penjual malas me-reply story Whatsapp orang dan hanya menghabiskan waktunya untuk scrolling. Bagaimana database atau calon customer kepo dengan story penjual jika si penjual tak pernah melihat story whatsapp orang lain. Minimal reply sepuluh hingga dua puluh orang perhari, setidaknya dari sepuluh orang tersebut ada satu orang yang akan kepo dengan story Whatsapp penjual.
3. Mindset Jelek
Indari Mastuti dalam kelas naik omzet di Whatsapp menyebutkan mindset ubah omzet. Mindset gagal, gaptek, tidak mampu, akan mengakibatkan naik omzet gagal terwujud. Ubah mindset jadi positif, dari mindset yang positif inilah tubuh semakin bersemangat dan rajin bergerak. Belajar menjadi mudah jika mindset positif.Â
4. Silent
Bukan penjual namanya jika di grup orang sering silent. Usahakan tidak hanya jadi penonton saja. Berikan masukan pada member grup, aktif jika ada yang bertanya. Jangan beriklan di grup orang karena dapat mengganggu member grup lain.Â
5. Manajemen Waktu Buruk
Aktif di Whatsapp sebenarnya tidak membutuhkan waktu lama. Hanya perlu menyediakan satu hingga dua jam saja tetapi efektif. Dalam kelas naik omzet di Whatsapp diajarkan bagaimana membuat waktu satu hingga dua jam di Whatsapp ini efektif sehingga penjual tidak perlu setiap saat memegang ponsel.Â
Demikian beberapa hal yang mempengaruhi kegagalan naik omzet di Whatsapp. Seorang penjual harus memiliki strategi khusus ketika berjualan di Whatsapp. Action dan lakukan langkah-langkah efektif sehingga naik omzet di Whatsapp dapat terwujud.Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H