Kasidah merupakan sebuah kesenian yang menyairkan tentang dakwah-dakwah dalam Agama Islam. Kesenian ini biasanya diiringi dengan alat musik tangan yang bernama rebana yang dimainkan dengan tangan, serta diisi dengan suara vokal yang dinyanyikan oleh penyanyi. Kasidah biasa dimainkan dengan beberapa orang yang mebentuk satu grup.
Kami bertemu seorang pengajar kasidah di wilayah Jakarta Selatan bernama Bu Apsah yang berumur 50 tahun, Ia mengajar kesenian ini sudah cukup lama kurang lebih 30 tahunan dan terlebih lagi, Ibu tiga orang anak ini sudah menekuninya sejak ia masih gadis tuturnya. Pada saat ini, Bu Apsah mengajar kasidah dibeberapa tempat dilingkungannya, Ia mengakui sangat senang melakukan hobi sekaligus pekerjaan ini.
Bu apsah juga mengatakan bahwa dalam pekerjaannya ini Ia tidak mematok harga pada grup kasidah yang diajarnya. Karena menurutnya agar tidak ada alasan untuk melestarikan kesenian ini dan Ia berharap pula agar kesenian kasidah ini tidak hanya para Ibu-Ibu yang menyukainya. Apalagi hanya di beberapa kesempatan grup kasidah ini dapat ditonton seperti acara maulid, dan acara keagaamaan Islam lainnya.
Pada saat ini kasidah mulai dilupakan oleh beberapa masyarakat, khususnya anak muda yang seharusnya mampu untuk melestarikan kesenian ini agar tidak punahPara anak muda bisa mengkombinasikan agar kesenian ini tidak hanya menggunakan rebana bisa menggabungkan dengan alat musik digital yang lainnya agar lebih menarik.Dan diperlukannnya peran dari Pemerintah untuk mengadakan event-event lomba agar menarik minat para pegiat kosidah untuk semakin menyebarkan kesenian ini.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI