Dari sekian banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul dikepala, sekali lagi, apabila memulai, dipastikan rasa suka itu akan hilang, dan tak ada satupun karya tulis yang dihasilkan.
Banyak orang gagal dalam hal menulis, karena takut dikoreksi ataupun dinilai orang bahwa tulisan itu tidak menarik untuk dibaca. Runutan katanya tidak tersistematis secara baik. Akhirnya Ia takut untuk memulai menulis
Coba kita bertanya kepada penulis-penulis ternama, apakah diawal tulisan mereka, begitu baik dan sempurna? Tentu saja tidak, sebab penulis hebat manapun pasti awal tulisannya masih tertati-tati. Karena itu, sekali lagi, mulailah menulis.
Semakin banyak karya tulis yang dihasilkan, makin baik metode berpikir seorang penulis dalam karya tulisnya.
Bung Karno putra sang fajar, akibat terlalu banyak berpikir dan berjuang dalam merebut kemerdekaan, hampir saja pemikiran-pemikirannya hilang seiring dengan berjalannya waktu. Agar tidak hilang, suatu kesempatan, Ia meminta Cindy Adams untuk menulis Otobiografinya.
Sama halnya juga yang dialami oleh ilmuwan asal Jerman, keturunan yahudi, seorang jenius "Albert Eistein". Namanya begitu tersohor karena banyak temuan-temuan yang dihasilkannya berkat dari buah pemikirannya. Eistein hampir saja hilang dalam catatan sejarah sebagai seorang ilmuwan. Namun berkat Walter Isaacson kepopuleran Abbert Eistein kian meroket.
Isaacson kemudian menulis otobiografinya Albert Eistein. Dari tulisan-tulisan Isaacson mengenai riwayat hidup Eistein dan seluruh karya-karya pemikiraannya, akhirnya nama Eistein kemudian masuk dalam daftar ilmuwan dunia.
Dua sosok pemikir di atas, memang sangat populer dijamannya hingga kini. Mereka sama-sama penulis, namun yang ditulisnya bukan otobiografi masing-masing, melainkan mereka menulisnya dijurnal tentang setiap peristiwa yang dialaminya.
Satu hal yang mereka lupa adalah bagaimana menulis tentang diri mereka dan buah pemikirannya agar menajdi sumber refernsi bagi generasi berikutnya. Hampir saja nama keduanya hilang dari sekian banyak pemikir dan ilmuwan.
Justru berkat kedua penulis ternama seperti Cindy Adams dan Walters Isaacson, Bung Karno dan Albert Eistein, selalu dikenang dan pemikiran mereka berdua masih relevan untuk digunaka hipotesa untuk generasi sekarang dalam dunia ilmu pengetahuan.
Dari dua kisah di atas dapat kita dalam memberikan spirit, sehingga kita tidak mengabaikan yang namanya menulis, sebab dari menulis kita telah membantu orang dari dunia tanpa nama (Kebodohan).Â