Mohon tunggu...
Mata Heri
Mata Heri Mohon Tunggu...

Selagi masih muda, selagi sinar rembulan masih memancar,, segeralah berbuat kebaikan, & Melaksanakn kwajiban yg telah diperintahkan.. Waktu yg ada, jgn disia_siakan tanpa guna & berlalu bgitu saja tanpa hasil

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Proyek Danau Teratai Rp4,8 M Dianggap Mubazir

22 November 2013   12:26 Diperbarui: 24 Juni 2015   04:49 135
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
13850977961973034781

KISARAN: Proyek lanjutan penataan dan pengembangan danau teratai berbiaya Rp4,8 miliar di Desa Terusan tengah Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan terkesan mubajir, bahkan diprediksi tidak akan selesai pada tahun ini.

[caption id="attachment_279554" align="alignleft" width="480" caption="Wakil Ketua Asahan Pers Club (APC) Teci Septerio saat melakukan liputan khusus ke proyek Danau Teratai bersama Ketua LP3-PAD, Zainal Ardi"][/caption] Pasalnya, proyek yang bersumber dari Dana Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2013 tersebut, sudah beberapa kali dikerjakan oleh kontraktor yang berbeda, namun tak kunjung selesai.

Parahnya lagi, meskipun tak kunjung rampung,namun anggaran terus digelontorkan ke lokasi yang sama setiap tahunnya. “Inilah namanya proyek pemubajiran, dan terkesan menghambur-hamburkan uang rakyat, seharusnya Pemkab Asahan lebih jeli untuk menganggarkan suatu proyek dan harus mengedepankan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi maupun golongan,”terang Ketua lembaga Pemantau Pelaksanaan Pembangnan dan Pendapatan Asli Daerah (LP3-PAD) Asahan Zainal Ardi saat ditemui di lokasi Proyek, Jumat (22/11) pagi.

Bayangkan, sebut dia, masa untuk menata Danau Teratai tersebut, Pemkab Asahan harus menggelontorkan miliaran rupiah, bahkan sampai lebih dari satu anggaran.

Sementara jalan menuju ke danau teratai yang sering dilintasi warga kondisinya saja masih rusak, seharusnya anggaran sebesar itu lebih tepatnya dibuat untuk perbaikan jalan ketimbang perawatan danau,”jelas Zainal lagi.

Lebih jauh aktifis yang terkenal vokal ini memaparkan,dari hasil kunjungan LP3-PAD kelapangan yang juga didampingi beberapa awak media, pihaknya berkeyakinan proyek yang dikerjakan pihak rekanan  PT.ANDRY KARYA CIPTA tidak akan rampung hingga akhir masa kerja yang sesuai dengan kontrak.

Sebab menurutnya kondisi dilapangan hasil pengerjaan pihak rekanan baru mencapai lebih kurang 50 hingga 60 persen. “ yang kami temukan dilapangan pihak rekanan baru sebatas mengerjakan pemasangan batu padas disepanjang pinggiran danau dan itupun belum terealisasi keseluruhan pinggiran danau serta pemasangan jalan setapak yang mempergunakan paving block,”paparnya.

Masih menurut Zainal, di kegiatan sebelumnya hambatan rekanan untuk jenis pekerjaan yang sangat sulit dilalukan adalah kegiatan pembersihan tanaman-tanaman berjenis enceng gondok yang ada dipermukaan danau karena tanaman tersebut telah mengakar hingga ke dasar danau.

”Selama ini di dua pekerjaan terdahulu hambatan yang tersulit adalah membersih tumbuhan enceng gondok yang berada di permukaan danau tersebut,hal itulah yang membuat kami berkeyakinan kalau proyek tersebut tidak akan selesai hingga akhir masa kontraknya. Keyakinan kami itu didukung dengan belum adanya pengerjaan pembersihan danau yang dilakukan pihak rekanan ,dilapangan kami hanya menemukan sebuah alat berat yang tidak beroperasi,”Ungkapnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada dinas Pekerjaan Umum Asahan, Zailani ST tetap berkeyakinan proyek tersebut akan rampung seratus persen pada tahun ini. “ Pasti rampung seratus persen proyek danau teratai itu pada tahun ini,” ungkap Zailani. (mata heri)

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun