Mohon tunggu...
Adib Saifin Nukman
Adib Saifin Nukman Mohon Tunggu... Freelancer - Mahasiswa Universitas Negeri Semarang

Anggota Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Komite Daerah Semarang, Pegiat Komunitas Epistemik SR School Semarang.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Kenalkan Buku Anak Usia Dini, Unnes Giat 3 Losari Adakan Pojok Baca untuk Paud Buah Hati

12 Desember 2022   15:33 Diperbarui: 12 Desember 2022   15:37 687
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(Dokumen Bersama TIM UNNES Giat 3 Losari)

Ajak Anak Baca Buku, UNNES Giat 3 Losari Adakan Pojok Baca Untuk PAUD Losari

Minat baca masyarakat Indonesia tergolong dalam kategori yang rendah (baca: memprihatinkan). Menurut riset dari Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) menyatakan Indonesia menempati urutan ke 10 terbawah dari total 71 negara survei tentang minat baca masyarakat. 

Senada dengan survey  OECD, UNESCO juga menyebutkan minat baca masyarakat Indonesia berada dalam angka 0,001%. Angka tersebut menunjukan, dari 1000 orang hanya satu orang yang gemar membaca. Data-data tersebut menggambarkan kondisi minat baca yang tidak hanya rendah tetapi memprihatinkan. 

Membaca adalah kunci seseorang memperoleh pengetahuan. Meskipun tidak dapat bantah pula jika masih banyak sumber belajar lain. Misalnya, lewat audio, visual, dan sebagainya. Namun, secara prinsipil, membaca tetap menjadi pilar utama untuk menyerap pengetahuan. Karena dengan banyak membaca, artinya orang semakin mengerti akan banyak hal. Semakin tau banyak hal maka orang dikatakan cerdas. Kira-kira demikian yang diamini (baca: dipercaya) banyak orang secara umum. Dan faktanya, masyarakat Indonesia tidak memiliki kapasitas untuk dapat dikatakan demikian. 

Keengganan untuk membaca ini, salah satu faktornya dikarenakan sebab minimnya pembiasaan membaca sedari kecil. Anak-anak justru dibiasakan memegang gadget/handphone -- yang di satu sisi dapat menjadi penunjang/ membantu proses belajar anak- namun di sisi lain,  dapat membuat anak semakin malas belajar karena kecanduan game, dan lain-lain. Dan nahasnya yang banyakterjadi, adalah yang kedua. Salah satu pengajar PAUD, Ibu Indun mengatakan;

"rata- rata anak sekarang itu mainan hp semua. Karena kebanyakan main handphone,  nge-game, dan lain-lain. Akhirnya anak malas belajar. Apalagi membaca buku, yang dilihat selalu handphone" ujarnya.

Dari titik ini, TIM UNNES Giat 3 Desa Losari mencoba mengupayakan agar ada peningkatan minat baca masyarakat, terkhusus pada anak-anak Di Desa Losari, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang.

TIM UNNES Giat 3 Desa Losari membuat  pojok baca untuk anak-anak. Ide ini muncul karena keterbutuhan pojok baca PAUD Buah Hati. Pojok baca ini berbentuk semacam perpustakaan kecil yang berisi buku bacaan bergambar khusus untuk anak-anak usia PAUD. Pojok baca ini bertujuan agar anak-anak PAUD terbiasa dengan buku. Karena dari pengamatan beberapa pengajar PAUD, ketika di dalam kelas, anak-anak lebih dominan berlarian kesana kemari, bermain dengan mainan, dan sebagainya, jarang sekali ada anak yang mau membuka buku. Ibu Indun pengajar PAUD mengatakan bahwa;

"anak-anak di kelas itu, kebanyakan taunya main dengan teman-temanya, bermain dengan mainan-mainan yang ada di rak buku" tuturnya.

UNNES Giat 3 Desa Losari lantas berinisiatif  membuat rak buku dari mulai berbentuk kayu hingga menjadi perpustakaan. Tim UNNES Giat3 juga menggalang donasi bagi siapa saja yang ingin memyumbangkan buku-buku bergambar untuk anak PAUD. Dari hasil donasi dan iuran kolektif dari anggota UNNES Giat 3 Desa Losari kemudian dibelikan buku-buku mulai dari ensikopledia anak, mengenal abjad dan angka, dan lain sebagainya. 

Pojok Baca yang diadakan/ dibuat oleh Tim UNNES Giat 3 selanjutnya diserahkan kepada pengajar PAUD pada 24 November lalu. Baru sehari pojok baca dibuka, anak-anak PAUD sudah mulai tertarik dengan buku-buku. Anak-anak yang sebelumnya hanya senang bermain dengan mainan-mainan di rak buku, setelah ada pojok baca menjadi lebih aktif membuka buku. Meskipun sekedar melihat gambar- gambar yang ada di dalam buku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun