MUAK... itulah kata-kata yang pantas untuk sebagian besar komentator bola di hampir semua stasiun TV pada saat menyiarkan laporan pertandingan sepakbola, khususnya sejak digelarnya turnamen Piala Presiden beberapa waktu yang lalu hingga Piala Jenderal Sudirman yang masih berlangsung hingga saat ini, bahkan sudah sejak lama indikasi memihak kepada tim pulau jawa itu terdeteksi sejak ISL masih merumput di Indonesia.
Setidaknya rasa kurang fair para komentator bola tersebut, pernah dikeluhkan oleh beberapa orang yang saya kenal. Celetukan-celetukan mereka merespon kicauan komentator yang terasa sekali keberpihakannya kepada tim-tim pulau jawa tersebut, sampai hendak membanting Televisi... ahhh katanya "Jika saja harga TV ini seharga pisang goreng saja, maka sudah dari kemarin saya banting ini televisi" aih sampai segitunya... ada lagi yang tak kalah gilanya mengatakan "Baiknya kita buat Stasiun Televisi sendiri, supaya tak kita dengar lagi komentator-komentator yang tidak netral tersebut" bahkan ada yang lebih ekstrim mengatakan "Kalau begitu caranya kita pisah saja dari Indonesia, karena sepertinya bukan saja pulau jawa itu "menjarah" Sumber Daya Alam daerah kita, tapi juga "merusak" keasyikan kita dalam menyaksikan hiburan satu-satunya tersebut.
Sekian.... semoga menjadi perhatian para pemilik stasiun televisi di Indonesia untuk lebih memilih komentator-komentator yang menjunjung tinggi kebinekaan di negeri yang sama kita cintai ini.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI