Dibutuhkan pula rumus-rumus matematika untuk memberi pertimbangan seberapa besar nantinya tubuhku, dan agar terlihat simetris juga setelah jadi. Tidak lupa biaya untuk membeli ikan-ikan untuk mengisi tubuhku. Nah, tidak dapat kuperkirakan seberapa mahalnya aku. Meski terlihat duniawi saja, namun hal itu membuatku merasa bangga telah diciptakan.
Aku rasa, hidupku akan masih sangat lama. Tanpa disadari manusia, aku telah menjadi saksi bisu kehidupan mereka dulu hingga sekarang.Â
Sepanjang hidupku, aku menyaksikan berbagai tingkah manusia, baik dan buruk. Seharusnya, sepatutnya mereka bersyukur karena mereka bisa melakukan hal-hal yang tak dapat kulakukan: berjalan, berbicara, makan, lari, bernafas, tidur, dan sebagainya.Â
Kurasa, cukuplah untuk hari ini. Akhirnya kudapat mencurahkan isi hatiku dalam sebuah tulisan ini setelah bertahun-tahun lamanya kupendam rasa ini dalam-dalam. Aku akan selalu bersyukur atas hidupku.Â
Why#rYL
*Tatkala Fajar: adalah sebuah kisah reflektif yang belajar kebijaksanaan dari benda-benda yang ada di sekitar manusia. Semesta benar-benar begitu kaya akan kebijaksanaan hidup dan menjadi kesempatan bagi manusia untuk mendewasakan diri.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI