Mohon tunggu...
Marthince
Marthince Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Teruslah melangkah, meski langkahmu terasa berat. Kegigihanmu akan membawa cahaya di ujung perjalanan.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Jarum Patah

25 Mei 2024   14:07 Diperbarui: 25 Mei 2024   14:18 54
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Di tengah malam yang sunyi,Saat bintang berkelip lemah,Jarum patah di tangan tua,Merajut kisah yang tak lagi sempurna.

Setiap tusukan yang tertinggal,Menorehkan luka di kain waktu,Menjalin benang harapan,Yang kini tersendat dan terpatah.

Dalam kerlip lampu minyak,Dedaunan berbisik lirih,Angin membawa cerita lama,Tentang jarum yang pernah setia.

Mungkin di ujung benang,Ada mimpi yang tak tersampaikan,Seperti jarum patah ini,Hanya tinggal kenangan yang terlupakan.

Namun, meski jarum patah,Harapan tetap bersemi,Dalam setiap jahitan luka,Ada kekuatan yang tersembunyi.

Hidup adalah sulaman rapuh,Dengan jarum patah di tangan,Namun dalam setiap kesulitan,Ada keindahan yang terungkap perlahan.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun