Mohon tunggu...
marko brown
marko brown Mohon Tunggu... -

aku hebat dan kuat

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop Pilihan

Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Terwujudnya Ketahanan Nasional

20 Maret 2015   14:14 Diperbarui: 4 April 2017   17:56 8613
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bulutangkis. Sumber ilustrasi: PEXELS/Vladislav Vasnetsov

Indonesia sebagai negara agararis  memiliki kesuburan tanah yang sangat baik untuk pertanian. Lahan-lahan subur yang terbentang di wilayah Indonesia sebenarnya menjanjikan kondisi kehidupan yang layak dalam hal penyediaan pangan.  Namun yang menjadi permasalahan saat ini adalah masih besarnya ketergantungan negara kita pada komoditi pangan dari negara tetangga.  Contoh beras yang merupakan bahan pokok sehari-hari bagi sebagian besar rakyat Indonesia  masih diperoleh dengan impor dari negara-negara tetangga.  Hal ini cukup ironis mengingat sebenarnya kita mampu untuk menghasilkan beras dan memenuhi kebutuhan pokok ini bagi masyarakat Indonesia.  Pola manajemen pengelolaan pangan sebenarnya yang menjadi penyebab dari kondisi pangan yang saat ini kita alami di negara kita.

Sebagai kebutuhan dasar dan salah satu hak asasi manusia, pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi  kehidupan suatu bangsa. Ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhannnya dapat menciptakan ketidak-stabilan ekonomi.  Berbagai gejolak sosial dan politik  dapat  juga terjadi jika ketahanan pangan terganggu.  Kondisi  pangan yang kritis  ini  bahkan dapat membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas Nasional.  Bagi Indonesia pangan sering diidentikkan dengan beras karena jenis pangan ini merupakan makanan pokok utama.  Gangguan ketahanan pangan seperti meroketnya harga beras dapat menyebabkan krisis multidimensi seperti yang pernah terjadi pada tahun 1997/1998 dan dapat memicu kerawanan sosial yang membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas Nasional.    Indonesia diprediksi akan mengalami krisis pangan pada 2017 bila melihat ketimpangan antara jumlah penduduk dan ketersediaan lahan pangan yang makin tidak seimbang dewasa ini.

Presiden Joko Widodo pada masa pemerintahannnya saat ini sedang menggalakkan program swasembada pangan.  Tiga tahun kedepan diharapkan Indonesia mampu berswasembada pangan dan tidak tergantung dengan impor dari negara lain.  Ketahanan pangan kita tidak lepas dari sifat produksi komoditi pangan itu sendiri yang musiman dan berfluktuasi karena sangat mudah dipengaruhi oleh iklim/cuaca.  Perilaku produksi yang sangat dipengaruhi iklim tersebut sangat  mempengaruhi ketersediaan pangan nasional.  Kalau perilaku produksi yang rentan terhadap perubahan iklim tersebut tidak dilengkapi dengan kebijakan pangan yang tangguh maka akan sangat merugikan, baik untuk produsen maupun konsumen, khususnya produsen berskala produksi kecil dan konsumen berpendapatan rendah.  Karakteristik komoditi pangan yang mudah rusak, lahan produksi petani yang terbatas, sarana dan prasarana pendukung pertanian yang kurang memadai dan lemahnya penanganan panen dan pasca panen mendorong pemerintah untuk melakukan intervensi dengan mewujudkan kebijakan ketahanan pangan.

Presiden Jokowi dalam rangka menyukseskan program ketahanan pangan tidak hanya melibatkan kementerian pertanian, akan tetapi juga  menggandeng TNI khususnya Angkatan Darat.  Program membangun ketahanan pangan Indonesia

ditargetkan dapat tercapai selama 3 tahun. Dengan demikian diharapkan 3 tahun yang akan datang Indonesia telah mencapai swasembada pangan atau memiliki ketahanan pangan yang kuat.  Pelibatan TNI AD dalam menyukseskan program ketahanan pangan ini bukan berarti mengambil alih peran kementrian pertanian namun bersifat membantu agar program ketahanan pangan dapat berjalan dengan sukses,  mengingat TNI AD memiliki sumber daya yang besar baik personel maupun sarana dan prasarana yang mendukung untuk bidang pertanian.  Disamping itu sistem pertahanan negara kita yang menganut sistem pertahanan rakyat semesta memungkinkan TNI AD ikut menyukseskan program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi.  Karena TNI AD juga memiliki tanggung jawab untuk kesejahteraan rakyat Indonesia sehingga terwujud rakyat yang kuat.  Dengan rakyat kuat tentu TNI kuat.

TNI AD telah mengambil peran proaktif dalam mendukung  program ketahanan pangan.  Dengan terwujudnya ketahanan pangan yang kokoh diharapkan dapat memperkuat ketahanan nasional yang tangguh di Negara kesatuan Republik Indonesia.  Jajaran kementerian Pertanian yang memiliki sumber daya, pengetahuan, teknologi dan sarana prasarana serta tenaga ahli di bidang pertania, siap membantu pelaksanaan program TNI Manunggal Ketahanan Pangan.  Upaya percepatan dan pencapaian ketahanan pangan akan dapat berhasil dengan melihat beberapa aspek sebagai berikut : dari aspek Satkowil (Satuan Komando Kewilayahan, disetiap lokasi, partisipasi kelompok tani sangat tinggi, dari aspek pengolahan lahan tidur milik TNI AD, ribuan hektar tanah dapat dimanfaatkan petani; dari aspek kesejahteraan masyarakat, tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat karena selain diberi lahan, petani juga diberi bantuan alat pertanian; dari aspek kemanunggalan TNI dengan rakyat, kedekatan aparat teritorial dengan masyarakat khususnya petani erat dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Pemenuhan kebutuhan pangan dan menjaga ketahanan pangan menjadi semakin penting bagi Indonesia karena jumlah penduduknya sangat besar dengan cakupan geografis yang luas dan tersebar.  Diharapkan kemandirian pangan yang menjadi upaya pemerintah dapat terwujud dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, ekonomi dan kearifan lokal secara bermartabat. Oleh sebab  itu kita seluruh rakyat Indonesia harus tetap mendukung segala upaya Pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan sehingga ketahanan nasional dapat terwujud.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Vox Pop Selengkapnya
Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun