Mohon tunggu...
marizabella
marizabella Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Hobi saya traveling

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Masalah Kesehatan Mental Wanita Hamil Selama Pandemi COVID-19

28 November 2024   21:00 Diperbarui: 28 November 2024   21:57 55
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

                                       

                                                            Masalah Kesehatan Mental Wanita Hamil Selama Pandemi COVID-19

                                                             

COVID-19 menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara dan di seluruh dunia. Berdasarkan pada data Worldometer pada per tanggal 07 Februari 2021 kasus COVID-19 terjadi di seluruh dunia dan sudah terkonfirmasi sebanyak 106.684.623 jiwa dengan total kematian sebanyak 2.327.249 jiwa dan 78.383.960 jiwa dinyatakan sembuh. Di Indonesia sebanyak 1.157.837 jiwa dengan total kematian 31.556, dan yang dinyatakan sembuh 949.9990.  Sebagian besar layanan kesehatan terkena dampak dari virus ini, termasuk pelayanan kesehatan material dan neonatal  baik secara akses maupun kualitas.

Selama wabah virus berlangsung populasi yang berisiko tinggi dapat menular pada ibu hamil dan janinnya. Mulai dari perubahan fisiologis dan juga mekanis kehamilan secara umum rentan terhadap infeksi terutama pada sistem kardiorespirasi terpengaruh dan menyebabkan gagal nafas pada ibu hamil. Pada temuan klinis wanita hamil dengan COVID-19 bisa menjadi atipikal dengan suhu normal dan leukositosis. Bisa saja ini terjadi pada pasien yang bukan pasien hamil. Dari hasil respondend wanita hamil gejala yang sering terjadi diantaranya demam batuk dan dispnea.

Meskipun semua orang akan berisiko tertular, tetapi disini ibu hamil masuk ke dalam kelompok yang lebih rentan tertular. Selama kehamilan membuat wanita lebih rentan terhadap infeksi virus pernapasan contohnya seperti influenza, dan sindrom pernapasan. Kurangnya dukungan sosial dan pembatasan sosial termasuk salah satu hal yang bisa membuat depresi pada wanita hamil. Dukungan sosial yang tidak konsisten bisa menjadi salah satu faktor yang relevan untuk depresi pada wanita hamil.

Perubahan ekstrim di kehidupan sehari hari dapat meningkatkan resiko depresi diantaranya populasi yang rentan terhadap wanita hamil. Penelitian studi literatur bertujuan untuk mengamati lebih dalam terkait masalah kesehatan mental pada wanita hamil selama masa pandemi. (Arinda & Herdayati, 2021).

Kesimpulan: Wanita hamil menjadi kelompok yang rentan mengalami kesehatan psikologis. Faktor yang mendukung yaitu akses pelayanan kesehatan terbatas, kurangnya dukungan sosial dari berbagai pihak dan kekhawatiran akan kesehatan dirinya dan janin apabila tertular.

DAFTAR PUSTAKA

Arinda, Y. D., & Herdayati, M. (2021). Masalah Kesehatan Mental pada Wanita Hamil Selama Pandemi COVID-19. Jurnal Kesehatan Vokasional, 6(1), 32. https://doi.org/10.22146/jkesvo.62784

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun