Mohon tunggu...
Siti Mariyam
Siti Mariyam Mohon Tunggu... Lainnya - (Pe)nulis

Siti Mariyam adalah gadis yang lahir di planet bumi pada tahun 1999 silam. Gadis yang lahir dan tinggal di Tangerang Selatan ini mulai tertarik dunia kepenulisan sejak akhir masa SMP. Dari mulai hobi menulis diary hingga membaca cerpen-cerpen di internet juga novel. Ia selalu mencatat setiap kata baru yang ditemuinya saat menonton film dan membaca untuk menambah kosa kata dalam menulis ceritanya nanti. Dari semua itu, telah lahir beberapa cerita yang bisa kamu nikmati di halaman Kompasiana pribadinya.

Selanjutnya

Tutup

Cerbung

Kakakku Idola Teman-temanku (Part 1)

10 Desember 2023   00:00 Diperbarui: 28 Februari 2024   10:48 158
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

            Setelah menunggu lama, akhirnya Kak Reno datang ke kelas sambil menyapa kami seperti biasanya.

           "Pagi, Pak!"Jawab kami bersamaan.

           'Pak' atau 'bapak', begitulah panggilan Kak Reno di sekolah ini, sama seperti guru-guru lelaki yang lain. Usianya yang baru mau memasuki angka dua puluh lima, aku rasa belum pantas dipanggil dengan sebutan itu.

            Ia masih terlalu muda, juga wajah tampannya yang unyu itu masih memperlihatkan seperti anak SMA seperti kami. Tapi, tak apa. Aku lebih tak rela gadis-gadis centil itu memanggil Kak Reno dengan sebutan 'kakak', karena panggilan penghormatan itu hanya boleh aku yang memakainya.

             "Bapak hari ini ganteng banget. Aku makin cinta, deh!"

            Belum lama Kak Reno berada di ruang belajar ini, Inka, salah satu dari gadis-gadis pecintanya mulai berceloteh. Dengan gaya alaynya ia berkata begitu.

           Uweeek, serasa ingin mengeluarkan isi perutku yang tadi sarapan dengan nasi goreng ditambah susu cokelat setelah mendengarnya. Gadis itu memang sudah terhipnotis oleh ketampanan Kak Reno, ia sampai tak sadar mengatakan hal yang tidak sepatutnya dikatakan pada seorang guru, apalagi di hadapan kami semua. Eh, tapi tunggu, pekerjaan Kak Reno kan guru, bukan penghipnotis seperti Uya Kuya.

           

          "Wooo, centil banget kamu! Kaya Pak Reno mau aja sama kamu?"

          "Hahaha,"

          Seketika kelas menjadi riuh, karena tawa kami pecah setelah mendengar ucapan itu yang ke luar dari salah satu mulut murid lelaki di kelas ini. Arbi namanya. Ia merupakan murid lelaki terlucu di kelas. Kalimat apapun yang keluar dari mulutnya selalu mengundang tawa kami. Entah apa yang disukai ibunya ketika sedang mengandung dirinya dulu, sehingga ia tumbuh menjadi anak yang begitu lucu, seperti stand up comedy yang di TV.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerbung Selengkapnya
Lihat Cerbung Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun