2. Jurnalisme Kolaborasi, yaitu kerjasama antara jurnalisme warga dan jurnalisme profesional untuk membuat berita tertentu.
3. Jurnalisme Sindikasi, yaitu berita yang diproduksi suatu media lalu dijual oleh platform distribusi.
4. Jurnalisme Lapdog, yaitu jurnalisme yang cenderung pro dengan pemerintah.
Menurut Bernard Shaw dalam buku Jurnalisme Multimedia, terdapat tiga tren terkait jurnalisme masa depan, yaitu:
1. Real Time Web. Tren ini menjelaskan mengenai berita terkini yang langsung disampaikan kepada publik. Konsep ini menekankan kebaruan atau aktualitas.
Audiens akan semakin mudah untuk mengakses berita secara langsung. Dengan memfokuskan pada aktualitas, mengakibatkan munculnya berita secara real time di media sosial dan melalui fitur live streaming di berbagai media sosial.
2. Big Data. Hal ini menjadi acuan jurnalis dalam membuat suatu konten. Jurnalis menjadi semakin mudah mencari data dan informasi yang dapat dipercaya.
3. Intelligent Device. Gadget atau smartphone (intelligent device) yang kita miliki saat ini tak hanya dapat melakukan komunikasi secara lisan tetapi juga dapat bertukar pesan tulis dalam jumlah yang besar (big data).
Perangkat canggih ini dapat membantu kerja jurnalis dalam mengumpulkan data. Contohnya yaitu adanya fitur face lock untuk membuka handphone tanpa menekan tombol apapun.
Jurnalisme di Media Sosial
Saat ini, audiens tidak hanya berperan sebagai konsumen berita, tetapi juga sebagai produsen berita. Media sosial menjadi media yang digunakan jurnalis untuk menyebarkan berita kepada audiens.