Hendra seperti biasa pulang kerumahnya berjalan kaki karena memang rumahnya tidak terlalu jauh dari kantornya .Pada setiap sore menjelang senja sambil berjalan kaki Hendra selalu menikmati similir angin yang berhembus diantara pohon pohon para menuju bukit kecil tempat rumah dinasnya. Hendra sangat menikmati pulang sore jalan kaki karena diantara dedaunan pohon pohon para itu masih menyembul sinar mentari yang malu malu karena sebentar lagi ia akan digantikan oleh sinar rembulan.
Kebiasaannya setiap sore sesampainya di rumah ia akan kembali berdiri di depan rumahnya menatap pohon pohon  para yang merupakan bentangan dedaunan hijau yang mengitari rumah itu karena memang berganti pandang kekiri dan ke kanan semuanya adalah pohon pohon para yang ditanam oleh PT Laras Utama sebuah perusahaan perkebunan patungan Indonesia -Jerman.
Sore menjelang senja sesampainya di rumah Hendra langsung masuk kamar,buka sepatu tanpa membuka dasi dia hempaskan badannya ke atas tempat tidur. Ah kenapa aku hari ini merasa begitu lelah.Hendra lalu mengingat kegiatan nya hari itu mana tahu ada aktivitasnya yang berlebihan sehingga ia merasa lelah,penat dan sesak.
Tadi pagi,Yanti ,Sekretarisnya menyiapkan jurnal mingguan tentang kemajuan replanting pohon para dan semuanya oke.Yanti sempat bercanda ,biarpun Ibu dan anak anak ke Medan tetapi Bapak terlihat tetap ceria dan segar.
Kemudian sekitar pukul 10.00 pagi datang berkunjung Tuan Schoeder ,Direksi PT Laras Utama dari Jakarta untuk melihat kemajuan replanting pohon para dan tidak ada masalah yang serius mereka bicarakan.Hendra sangat senang dengan Tuan Schoeder apalagi kalau ia berbahasa Indonesia dengan aksen Belanda nya yang kental.Schoder adalah tipe pimpinan yang menyenangkan dan penggembira.Diatas tempat tidur tanpa membuka pakaian kerjanya Hendra merasa semakin letih dan ia terus berpikir kenapa ia merasa lelah begitu.O tadi ada anak muda datang yang melaporkan bahwa ia diterima bekerja di perusahaannya Hendra.
Wah inilah yang membuat saya lelah pikir Hendra.Anak muda itu datang dengan mengucapkan kalimat Selamat Siang Pak.O ya selamat siang,kamu siapa kata Hendra.Saya Pak telah lulus testing di Jakarta diterima di perusahaan ini dan ditempatkan menjadi anak buah Bapak.Saya sarjana pertanian dari Jogya Pak lanjut anak muda itu.
Well bagus kamu diterima disini dan kebun ini selalu dijadikan Direksi sebagai pelatihan awal bagi pegawai yang baru bekerja.Saya orangnya disiplin,tidak segan marah dan menegur,saya katanorang keras dan saya minta kamu mengikuti irama kerja saya lanjut Hendra.Saya siap Pak melaksanakan tugas yang Bapak perintahkan sahut si anak muda.
Ok Sekarang kami udah bisa istirahat dan besok kita mulai bekerja.Sembari pamit anak muda itu menyatakan saya Patria pak,mohon pamit dulu tapi maaf Pak waktu saya kemari Tante saya titip salam untuk Bapak.Siapa tante kamu.Tante Elizabeth Pak,Elizabeth Pringgodani.Ok sahut Hendra dan bagaimana dia bisa menjadi tante kamu.Tante itu punya putri namanya Diah Pyroz  Kusmawardhani Pak dan kami sekarang sedang pacaran.O jadi tante kamu tahu kamu mau kemari.Tahu Pak.Dan apa katanya ,Tante bilang salam buat Om Hendra bilang dari tante.
Di kamar tidurnya itu tiba tiba bayangan Elizabeth yang dia panggil dengan nama manja Liz itu datang menyergapnya.Hendra merasa dia tidak hanya melemparkan badannya ke atas tempat tidur tapi jiwanya juga seperti terlempar ke masa 25 tahun yang lalu.
Liz adalah teman kuliah Hendra dan diawali dengan alasan kuno minjam  catatan kuliah lalu merela berpacaran.Sebuah masa pacaran yang panjang sebuah kenangan yang indah dan manis.
Setiap hari jalan bersama ke kuliah,ke tempat kawan kawan dan juga ke warung soto favorit mereka.Begitu cocok dan serasi dan hanya dengan tunggangan sepeda motor mereka bisa cekikan,tertawa dan bahagia.Emak sangat senang dengan Liz apalagi saya tidak punya saudara perempuan dan ketika Liz ketemu Emak itu mereka langsung cocok dan rumah Hendra menjadi persinggahan kedua sejoli yang lagi mabuk kepayang itu.