Mohon tunggu...
Afifuddin lubis
Afifuddin lubis Mohon Tunggu... Pensiunan PNS -

Selalulah belajar dari siapapun

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Mantan Danrem di Sibolga itu Kini Jadi Pangkostrad

24 Juli 2018   11:15 Diperbarui: 24 Juli 2018   11:39 1223
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sekitar lima  hari sesudah Lebaran tahun 2012 saya singgah disebuah pantai di Sibolga, Sumatera Utara. Sibolga adalah sebuah kota tua yang menghadap Lautan Hindia. Di jaman Hindia Belanda dan lanjut setelah kemerdekaan, kota ini merupakan pusat pemerintahan karena di kota inilah berkedudukan Residen Tapanuli. Pada masa Hindia Belanda dan sampai pada tahun 1965, Residen Tapanuli memimpin pemerintahan pada 4 kabupaten dan satu Kotamadya. Kabupaten tersebut ialah Tapanuli Tengah ,ibu kotanya Sibolga, Tapanuli Utara, berpusat di Tarutung, Tapanuli Selatan, ibu kotanya Padangsidimpuan, Nias, pusat pemerintahannya berada di Gunung Sitoli. Sedangkan Kotamadya nya adalah Sibolga.

Dengan berlakunya UU Nomor 18 Tahun 1965, tentang Pemerintahan Daerah, nama dan wilayah keresidenan dihapus. Kemudian berdasarkan UU No 5 Tahun 1974 Tentang Pemerintahan di Daerah pada  wilayah eks Keresidenan ditempatkan seorang Pembantu Gubernur. Selanjutnya sejak masa reformasi dengan terbitnya UU Nomor 22Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah, jabatan Pembantu Gubernur ditiadakan .
                                                         - oo-
Pantai Sibolga adalah sebuah pantai yang indah dan selepas mata memandang yang terhampar di depan kita adalah lautan luas. Ketika saya di pantai itu ,puluhan warga bermain di bibir pantai dan saya juga melihat beberapa turis asing berada disana.

Sewaktu menikmati pemandangan laut dan pantai yang indah serta memperhatikan warga yang bermain di pantai, kemudian saya melihat sosok tinggi ,gagah berjalan ke arah saya duduk. Sosok gagah ini juga didampingi beberapa orang yang saya duga merupakan keluarga.

Warga yang duduk dan bermain di pantai itu saya lihat menunjukkan rasa hormat kepada pria gagah itu. Saya bertanya siapa Bapak yang baru lewat itu. Mereka menjawab itulah Pak Andika, Danrem disini.

Oleh karena saya senang membaca berbagai artikel tentang TNI maka saya langsung menduga ,Andika saat itu berpangkat Kolonel. Seperti kita ketahui ,satuan teritorial Angkatan Darat untuk tingkat provinsi disebut Komando Daerah Militer (Kodam) yang dipimpin oleh seorang Mayor Jenderal dan jabatannya disebut Panglima Daerah Militer atau disingkat Pangdam.

Diberbagai tempat, kewenangan pembinaan teritorial sebuah Kodam adakalanya lebih dari satu provinsi. Kodam I / Bukit Barisan yang pusatnya di Medan misalnya, mempunyai kewenangan pembinaan teritorial untuk provinsi: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau.

Dibawah Panglima ada jabatan Komandan Resort Militer atau Danrem yang memimpin Komando Resort Militer ( Korem). Di Provinsi Sumatera  Utara ada dua Korem yaitu Korem 021/ Dataran Tinggi berkedudukan di Pematang Siantar dan Korem 022/ Kawal Samudra berkedudukan di Sibolga. Pangkat Danrem pada umumnya Kolonel kecuali di beberapa daerah jabatan itu disandang jenderal berbintang satu atau Brigadir Jenderal.

Seorang Danrem membawahi beberapa Komando Distrik Militer ( Kodim) yang dipimpin oleh seorang Letnan Kolonel.
Kemudian menurut warga yang ada disekitar pantai itu ,Pak Danrem orangnya baik dan suka bergaul dengan masyarakat.

Sejak melihatnya di pantai Sibolga itu ,nama Kolonel Andika menjadi terekam di hati saya.
Tidak berapa lama kemudian pada tahun 2013 ,saya mendapat info dari media, bahwa Kolonel Andika dimutasi dan dipromosi menyandang pangkat Brigadir Jenderal dengan jabatan Kepala Dinas Penerangan ( Kadispen) TNI -Angkatan Darat.

Kemudian dua hari setelah pelantikan Jokowi sebagai Presiden,Brigadir Jenderal Andika mendapat promosi jenderal bintang dua dengan jabatan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden ( Danpaspampres). Setelah pengangkatannya dalam jabatan baru itulah, saya baru tahu bahwa sosok gagah yang saya lihat di Sibolga itu adalah menantu AM Hendropriyono,senior TNI Angkatan Darat yang sudah memegang berbagai jabatan penting di negeri ini.

Sewaktu menduduki jabatan Dan Paspampres itu ,nama Andika semakin dikenal masyarakat. Karir Andika semakin melejit ketika ia pada tahun 2016 dipercaya sebagai Pangdam XII/ Tanjung Pura.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun