Sisa kejayaan Kesultanan Banten di masa lalu ternyata meninggalkan banyak situs sejarah yang masih menarik  dikunjungi saat ini. Ada yang masih dalam bentuk bangunan yang terawat, hingga sisa-sisa runtuhan bangunan.
Nah, berkeliling ke tempat-tempat situs sejarah Banten Lama bisa jadi pilihan ngabuburit warga Kota Serang dan sekitarnya. Jaraknya masih dekat dengan pusat Kota Serang hanya sekitar 7 KM. Karena jaraknya lumayan dekat dengan rumah, paling asyik jika ngabuburit kali ini sambil bersepedah. Jangan jadi alasan saat puasa tidak bisa olahraga, ya.
Kegiatan ngegoes dengan intensitas ringan hingga sedang cukup baik untuk pilihan olahraga saat berpuasa. Di saat masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita jaga jarak dengan orang lain, maka bersepeda adalah cara yang tepat. Protokol kesehatan harus tetap dijaga dengan menggunakan masker.
Oh iya, di Banten Lama  diberlakukan penutupan di Masjid Agung Banten dan tempat ziarah makam Sultan Banten untuk menghindari penyebaran virus corona. Sementara situs sejarah lainnya masih tetap dibuka. Penasaran tempat mana saja yang akan saya kunjungi?
Keraton  Kaibon
Keraton yang berada di tepi sungai Cibanten ini menjadi pilihan yang pertama, karena lokasi berada di paling depan kawasan Banten Lama. Berada di Jalan Raya Serang -- Banten, tepatnya di Kampung Kroya, Keraton Kaibon hanyalah tinggal puing-puing bangunan.
Kaibon merupakan keraton yang diperuntuhkan untuk ibunda Sultan. Dari namanya saja, Kaibon  diartikan sebagai ka-Ibu-an.
Kemegahan keraton ini dihancurkan pada tahun 1832 oleh Belanda. Kini kita hanya bisa menyaksikan sisa bagian fondasi, runtuan dinding, mimbar masjid, kolam pemandian, dan pintu gerbang.
Berdasarkan literatur yang saya baca, Kaibon merupakan ciri kraton bergaya traditional. Bentuk arsitektur lebih menonjolkan gaya archais, seperti yang terlihat pada pintu gerbang dan tembok keraton. Jika dirunut, keraton ini memiliki empat pintu gerbang berbentuk bentara.