Manusia mana yang tidak butuh Seks? Kalau pun ada, manusia seperti itu biasanya telah terpesona dengan keindahan Yang Maha Indah, sehingga dia mengabaikan kebutuhan seksnya. Kebanyakan manusia, seks telah menjadi kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi setiap kali kebutuhan itu datang.
Dalam pemenuhan kebutuhan seksual tersebut, setiap orang, tentunya, menginginkan hubungan seks yang dilakukannya tidak hanya sebagai bentuk pemuasan biologis saja tetapi juga berharap berdampak pada kesehatan jiwa dan fisiknya.
Untuk mencapai kenikmatan seks yang diharapkan dibutuhkan kondisi, suasana dan tempat yang mendukung ke arah tercapainya tujuan itu. Saya mencoba menghadirkan beberapa hal yang diharapkan bisa memberikan sumbangan bagi tercapainya kenikmatan seksual bagi kedua pasangan.
Pertama, diakui atau tidak, ketenangan jiwa saat berhubungan seks dengan pasangan sangat dibutuhkan sekali. Banyaknya persoalan yang dipikirkan seringkali mengganggu konsentrasi ketika berhubungan seks. Salah satu hal yang sering menggangu ketenangan batin adalah persoalan moral. Apakah yang dilakukannya itu menyalahi norma sosial atau agama. Sehingga hal tersebut berpengaruh pada ketenangan saat berhubungan seks. Mengikuti norma sosial atau agama tertentu cukup membantu lahirnya ketenangan dalam melakukan hubungan seks. Misalnya, melakukan berhubungan seks dalam bingkai pernikahan membuat kita tenang dalam berhubungan seks.
Kedua, adanya kesadaran pada kedua belah pihak bahwa hubungan seks yang dilakukannya tidak hanya sebagai pemenuhan kewajiban saja, tetapi ada kesadaran untuk bersama-sama punya keinginan untukmencapai kenikmatan. Dengan kesadaran ini, diharapkan satu sama lain saling memberikan kepuasan tidak hanya salah satu pihak saja yang memperoleh kenikmatan.
Ketiga, hubungan seksual akan bernilai lebih ketika dilakukan dengan perasaan cinta dan sayang. Perasaan ini diharapkan menjadi dasar bagi hadirnya hubungan seksual yang lebih nikmat. Dengan saling sayang dan cinta, hubungan seks dilakukan dengan kesadaran penuh, karena menginginkan, tidak dalam kondisi keterpaksaan.
Keempat, memperlakukan pasangan dengan baik (Mu’asyarah bil makruf). Gaya berhubungn seks sangat bermacam- macam. Dari gaya konvensional sampai gaya yang ekstrim bisa dilakukan selama kedua belah pihak saling menginginkan (kecuali melalui dubur, ajaran Islam melarangnya. Menghindari gaya yang tidak disukai salah satu pasangan, salah satu langkah untuk mencapai hubungan seks yang lebih nikmat.
Semoga keempat tips ini bisa memberikan sumbangan bagi terwujudnya hubungan seks yang lebih nikmat,karena setiap orang (baik laki-laki maupun perempuan) berhak mendapat kenikmatan seksual. Semoga bermanfaat.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI