Keuangan bisa menjadi salah satu pemicu masalah dalam rumah tangga. Karenanya, pengelolaan keuangan keluarga adalah hal penting yang harus dipelajari oleh orang yang berumah-tangga.
Sekarang ini sudah banyak artikel, buku, workshop, hingga jasa konsultasi finansial. Tak ada salahnya jika punya waktu dan dana untuk mengikutinya.
Namun, saya berpikir bahwa sebenarnya banyak prinsip keuangan sederhana yang jika mampu kita terapkan akan membuat keuangan terkelola dengan baik. Istilahnya tak perlu susah-susah atau njelimet memikirkan sana-sini.
Tips ini sudah ada dan mungkin sudah sering kita dengar. Tapi banyak orang abai atau mungkin malah lebih suka njelimet dengan ini dan itu.
Ada 6 tip yang saya catat :
1. Jangan habiskan semua
Prinsip ini sebenarnya sudah diajarkan oleh orangtua kita. Jika kita mendapat rejeki, entah pendapatan atau gaji, sebaiknya tidak dihabiskan semua. Kita dianjurkan untuk menyisihkan sebagian sebagai simpanan.
Simpanan ini bisa berupa tabungan di bank untuk saat ini. Tabungan ini memang sangat konvensional. Banyak orang sekarang tidak meliriknya lagi. Memang bunga tabungan seringkali lebih kecil dari biaya administrasi. Tapi tabungan merupakan instrumen keuangan yang sangat mudah untuk dicairkan.
Nah, kalau saya untuk mengakalinya menggunakan tabungan rencana di salah satu bank. Memang ada jangka waktunya, tapi ini melatih kedisiplinan dalam menabung karena sistem debet otomatis.
Dalam hal menabung tergantung kondisi masing-masing orang. Yang pasti dengan menyisihkan uang, hati kita pun lebih tenang dibanding orang yang selalu menghabiskan semuanya.
Pernah melihat orang yang kalau lagi banyak uang terlihat hedon sekali, namun tak berapa lama mukanya berubah seolah dalam kesusahan besar? Ya, beberapa dari mereka biasanya ketika punya uang akan sibuk menghabiskannya seperti tak ada lagi hari esok. Setelah uang habis tak bersisa baru kelimpungan dan mengeluh seperti sudah kiamat.