Mohon tunggu...
Iis Malnava S
Iis Malnava S Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia

Mahasiswa pendidikan masyarakat 2021 Hobby : membaca, mendengar musik. "awali dengan bismillah"

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Transformatif Learning (Pembelajaran Transformatif)

11 Januari 2023   16:17 Diperbarui: 11 Januari 2023   16:25 325
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Tujuan dari adanya pendidikan adalah untuk mempersiapkan peserta didik sebagai pribadi yang utuh untuk dapat memaknai hidup dan menjawab tantangan yang ada di dalam sebuah kehidupan. Pembelajaran dinilai bukan hanya untuk transfer pengetahuan saja namun lebih kepada transfer belajar agar dapat mengantarkan siswa-siswi kepada perubahan pola pikir dan pola tindak yang bertransformasi. 

Akan tetapi faktanya seperti yang kita lihat bahwa masih saja pembelajaran yang terjadi halalan pembelajaran pasif,  dimana guru lebih aktif dibandingkan siswanya. Hal ini nantinya akan berdampak buruk kepada siswa seperti siswa belum sepenuhnya memahami pembelajaran yang telah diterapkan oleh gurunya.

Dalam hal ini pendidikan serta pembelajaran membutuhkan pengembangan model yang mampu untuk mengembangkan pola hubungan dan interaksi antara guru dan siswanya. 

Sehingga pembelajaran yang terjadi dapat menumbuhkan budaya sosial yang tinggi serta rasa hormat terhadap karakter dan masing-masing yang ada pada siswa dengan memperhatikan kecerdasan kemandirian serta kreativitas belajar yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Nah pembelajaran di sini termasuk ke dalam pembelajaran transformatif. 

Mengapa disebut dengan pembelajaran transformatif? Karena pembelajaran transformatif ini adalah pembelajaran dengan merubah cara pandang terhadap hidup serta kehidupan dan aksi nyata dari sebuah konsekuensinya, sehingga siswa diharapkan perlu membangun daya kritis berdasarkan potensi dan karakter yang ia miliki.

Menurut JM Dirk (1998) mengemukakan sebuah model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran transformatif diantaranya yaitu emancipatory approach, cognitive rational approach, developmental approach, dan yang terakhir yaitu spritual integrative approach. Di dalam pembelajaran transformatif bukan berarti siswa dapat berlaku sebebas yang dia inginkan melainkan harus ada pendidik atau guru yang dapat mendampingi atau menjembatani pengaktifan diri dalam penciptaan rasa tanggung jawab di dalam sebuah pembelajaran.

Keberhasilan dari pembelajaran transformatif ini dapat dilihat apabila pembelajaran ini bukan hanya sekedar hasil akhir dari sebuah pembelajaran tetapi keberhasilan pembelajaran transformatif ini berada pada proses pendampingan,  pembangkitan semangat, pemberian kepercayaan, kemandirian belajar, serta prestasi yang ada pada siswa. Sehingga di sini para pendidik harus dapat menjadi pendamping untuk mengembangkan sebuah kreativitas yang ada pada diri siswanya dan seorang pendidik juga harus dapat menjadi sebuah fasilitator bagi siswanya.

Apabila kita lihat dari segi pendidikan orang dewasa dalam sebuah pendidikan masyarakat maka pembelajaran transformatif ini dipandang sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh pendidik baik di berbagai jenjang. Lantas kemampuan seperti apa sih yang harus dimiliki oleh seorang pendidik dalam pembelajaran orang dewasa menggunakan metode pembelajaran transformatif? Yaitu pendidik harus dapat memiliki kemampuan dalam memfasilitasi belajar masyarakat. Agar pembelajaran transformatif ini dapat menjadi acuan dalam adanya perubahan pola pikir serta pola bertindak pada masyarakat atau siswa. Nah Oleh sebab itu di sini Peran pendidik adalah dalam proses persuasi kepada masyarakat maupun peserta didik ataupun warga belajar untuk dapat merubah pola pikir serta pola tindak yang ada dalam keluarga belajar tersebut.

Dalam sebuah buku berjudul "Pembelajaran Transformatif Model Pembelajaran Yang Memberdayakan"  Hardika (2020) menjelaskan bahwa Terdapat lima pokok penting dalam sebuah pembelajaran transformatif diantaranya yaitu : 1) Pendidik dalam pembelajaran transformatif merupakan seorang fasilitator belajar, 2) Masyarakat dalam pembelajaran transformatif diartikan sebagai subjek belajar, 3) Dalam pembelajaran transformatif menggunakan kata persuasif, 4) interaksi edukatif antara pendidik dan masyarakat atau peserta didik bersifat Partnership, dan yang terakhir 5) pembelajaran transformatif memiliki suasana belajar yang aktif,  dinamis, dan konstruktif.

Nah teman-teman dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwasanya pembelajaran transformatif ini merupakan sebuah pembelajaran yang berfokus kepada perubahan pola pikir serta pola bertindak bagi warga belajar. Dan di dalam sebuah pembelajaran transformatif ini pendidik sebagai fasilitator harus memiliki kemampuan persuasif agar dapat mengajak para warga belajar untuk dapat merubah pola pikir serta pola bertindaknya.

Mungkin cukup sekian sedikit pembahasan mengenai pembelajaran transformatif, see u next time! <3

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun