Pasar Senen Jakarta di tahun 1990 sangat terkenal dengan lapak pusat penjualan buku, baik buku sekolah, kuliah dan juga buku umum termasuk novel. Saat ini lapak buku masih ada  tapi sudah tidak seramai dahulu.
Eh kok jadi  ngomongin buku ya,  nah itu lah apapun yang dibicarakan sesungguhnya pasti berkaitan dengan buku, hati ini saya bersama Afif, anak lanangku, healing ke Gedung Perpustakaan Nasional RI, Healing ke kantor sendiri hehe. Kali ini bukan mau ngantor apalagi mau rapat, ceritanya mau ngeliat sambil belajar di acara Nangkring Kompasiana (liputannya sudah saya bikin tulisan tersemdiri). Nah, selepas acara  Nangkring Kompasiana (15/10) pulangnya mampir ke kuliner Senen dan tujuan utamanya adalah Coto Makassar.Â
Ngomongin Kuliner Senen yang sudah sangat terkenal di Jakarta, kokasi disepanjang jalan Kramat Senen, persis di putaran flay over Senen.
Sentra Kuliner Pasar Senen ini sebenarnya pusatnya kuliner masakan dari Sumatra Barat khususnya Masakan Nasi Kapau. Hampir disepanjang jalan ini lapaknya Nasi Kapau.
Disalah satu gang diantara lapak nasi kapau, ada satu lapak Coto Makassar Senen Samsul Daeng Awing, dalam tulisan lain disevut juga Syamsul Daeang Ngawing. Rumah Makan ini  pertama kali dibuka pada tahun 2001 an
Saya sendiri sudah beberapa kali mampir di lapak Coto ini, baik makan di tempat ataupun juga di bungkus, hari ini beli 3 porsi coto daging dan 2 es palu butung.
Menunya Coto Senen macam-macam namanya seperti Parto, Janda, Haus Janda, Lembar janda, janda baru, janda hot, janda panas, dansa, telanjang, hadija, tanpa perasaan. Coto ini sangat makyus rasanya dan sangat kental kuahnya.Â
Yukkk kita terus dukung dan majukan kuliner nusantara.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H