Mohon tunggu...
Malihatul Laila
Malihatul Laila Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa/UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Exploring the world of journalism.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Mengatasi Masalah dalam Berinteraksi Sosial dan Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi

23 Juni 2023   16:16 Diperbarui: 24 Juni 2023   19:37 116
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Dalam kehidupan sosial, terkadang kita sering merasa gugup untuk berinteraksi dengan orang lain. Hal ini sering terjadi saat berada dalam situasi-situasi sosial yang biasanya disebabkan oleh rasa takut dan malu akan mendapat respon yang negatif dari orang lain. Ini merupakan hal umum dan dialami oleh banyak orang. Namun, kecemasan tersebut tentunya dapat diatasi. 

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang masalah ini dan memahami beberapa strategi serta tips dalam menghadapinya, kita diharapkan dapat lebih nyaman dalam berinteraksi dengan orang lain dan meningkatkan keterampilan komunikasi yang lebih baik.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa strategi dan tips yang dapat membantu mengatasi beberapa masalah dalam berinteraksi sosial, seperti sering merasa takut dalam memulai percakapan dengan orang baru, merasa bingung untuk menentukan momen yang tepat untuk berbicara dan apa yang sebaiknya kita katakan agar dapat terlibat dalam percakapan, serta menghadapi situasi ketika kita mencoba keluar dari zona nyaman untuk ikut dalam percakapan, tetapi merasa canggung.

 

1. Sering Merasa Takut untuk Memulai Percakapan dengan Orang Baru

Merasa takut untuk memulai percakapan dengan orang baru bisa terjadi karena belum terbiasa melakukan percakapan. Membangun mental toughness atau ketangguhan mental dengan berpikir serta membuat gambaran-gambaran yang positif dan mengendalikan kecemasan.

 Selain itu, cobalah untuk membangun kepercayaan diri dengan mempersiapkan diri sebelum berinteraksi dengan orang lain. Misalnya, dengan mempelajari topik yang akan dibicarakan atau mempersiapkan pertanyaan yang ingin diajukan. Setelah itu, mulai mencoba dengan berinteraksi dengan orang terdekat seperti keluarga dan sahabat. Setelah merasa nyaman untuk berinteraksi dengan orang terdekat, langkah selanjutnya yaitu mulai meng-upgrade diri untuk berani membuat percakapan dengan orang baru. 

Namun, tentu saja kita perlu memerhatikan apakah kondisi saat itu memungkinkan untuk melangsungkan percakapan. Bisa jadi saat itu orang tersebut sedang tidak ingin diganggu, entah karena situasinya yang mendesak atau mungkin suasananya sedang tidak baik, yang mungkin saja bila dipaksakan melakukan percakapan akan menyinggung perasaan salah satu atau kedua belah pihak.

2. Merasa Bingung Kapan Harus Berbicara dan Topik Apa Yang Harus Dibicarakan.

Seringkali kita merasa bingung kapan harus mulai berbicara. Apakah tidak apa-apa kalau aku mulai bertanya terlebih dahulu? Atau apakah aku harus berbicara sekarang untuk merespon cerita dalam grup?  Kemudian kamu merasa perlu untuk mengungkapkan sesuatu, namun karena kamu terlalu banyak berpikir, akhirnya waktunya sudah tidak tepat. Ingin berkontribusi dalam percakapan tapi tidak punya bahan pembicaraan.

Hal yang dapat dilakukan yaitu banyak membaca buku atau berita dan mencari fakta-fakta disekitar kita. Wawasan yang dimiliki dapat membantu dalam berinteraksi dengan orang lain. Yang paling penting adalah berani untuk mencoba bergabung dalam percakapan. Dengan bekal wawasan yang kamu punya, kamu dapat lebih mudah untuk mendapatkan atensi untuk diperhatikan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun