Mohon tunggu...
Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa Mohon Tunggu... Konsultan - Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Bisakah TSMC dan Samsung Terhindar dari Perangkap "National Defense Production Act" AS

27 Oktober 2021   15:09 Diperbarui: 27 Oktober 2021   15:17 1236
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Berkat mesin Lithografi EUV Asmar, posisi Asmar telah menjadikan TSMC sebagai pengecoran/pembuat chip terbesar di dunia. Selain TSMC, Samsung juga memiliki sejumlah mesin Lithografi di tangannya. Dapat dikatakan bahwa tanpa TSMC, Samsung akan menjadi pabrik pembuat chip terbesar di dunia.

Apa yang diinginkan AS adalah chip! chip! chip! Siapa yang memiliki chip ekstra untuk dijual? Satu-satunya hanya TSMC. Begitu TSMC dibikin mati, maka akan mati bersama. Dalam keadaan seperti itu, tidak peduli seberapa keras AS menekan, mereka tidak berani benar-benar membunuh TSMC, apalagi merusak kapasitas produksi TSMC. Dengan situasi demikian TSMC berani menolak untuk menyerahkan data rahasia komersial kepada pemerintah AS. Bagi AS, hasil terbaik adalah mendesak TSMC memindahkan pabriknya ke AS.

Namun TSMC tidak mau pindah ke AS, karena biaya investasi pabrik-pabrik di AS terlalu tinggi. Selain itu, semikonduktor sangat penting bagi industri teknologi tinggi global sehingga tidak ada yang mau bertaruh pada hanya satu negara saja.

Untuk memaksimalkan manfaat komersial dan menerima pesanan dari negara-negara di seluruh dunia, pilihan TSMC adalah membangun pabrik dengan cara yang terdesentralisasi.

Jika TSMC membangun pabrik di AS, mereka akan menerima pesanan dari AS; jika membangun pabrik di Jepang, mereka akan menerima pesanan dari Jepang; jika membangun pabrik di Eropa, mereka akan menerima pesanan dari Eropa.

Dari sini, kita dapat melihat bahwa hanya dengan menguasai manufaktur kelas atas, kita baru dapat benar-benar mendapatkan hak untuk berbicara. Ada yang bertanya, kenapa tidak membangun pabrik di daratan Tiongkok? Pada saat ini, banyak pengamat akan bertanya kembali: "Bukankah Taiwan juga bagian dari Tiongkok?"

Perolombaan Inovasi Semikonduktor AS-Tiongkok

Sumber: foreignpolicy.com
Sumber: foreignpolicy.com
Seberapa penting mesin Lithografi EUV yang diproduksi oleh ASM bagi Tiongkok? Jangan melihat TSMC sekarang adalah pengecoran chip terbesar di dunia. Jika tidak ada mesin Lithografi EUV dari Asmar, maka ada pengamat yang berpandangan bahwa TSMC tidak akan pernah mencapai hasil seperti itu. Melihat pasar domestik Tiongkok, satu-satunya yang memiliki kemampuan pengecoran/pembuatan chip adalah SMIC (Semiconductor Manufacturing International Corporation).

Saat ini, SMIC telah mencapai di atas 7nm, tetapi karena kurangnya mesin Lithografi EUV, 7nm belum menyelesaikan sejumlah besar produksi massal.

Dipengaruhi oleh Perjanjian Wassenaar, SMIC tidak dapat memperoleh mesin Lithografi EUV, sehingga saat ini, pemecahan masalah mesin Lithografi telah menjadi prioritas utama Tiongkok, tetapi mereka menyadari bahwa pembuatan mesin Lithografi EUV sangat sulit. Sulit bagi kita untuk membayangkannya. Ada puluhan ribu bagian dalam satu mesin Lithografi EUV, dan setiap bagian perlu di-debug puluhan ribu kali. Seluruh proses pembuatannya sangat rumit. Apalagi, Asmer pernah mengatakan bahwa meski gambarnya diserahkan, tidak ada yang bisa membuat mesin Lithografi seperti itu.

Sumber: zhuanlan.zhihu.com
Sumber: zhuanlan.zhihu.com
Kabar baik sering menyebar di Tiongkok. Meski pernyataan Asmar sangat arogan, namun memang benar adanya. Benarkah Tiongkok benar-benar dapat dikekang oleh pihak lain tentang masalah mesin Lithografi selamanya?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun