Mohon tunggu...
maken awalun
maken awalun Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Etika Ekonomi dan Keuangan

22 Mei 2018   10:54 Diperbarui: 22 Mei 2018   11:09 737
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Ketidaksetaraan Kekayaan

Dokumen OPQ mengawali pembahasan dengan mengungkapkan kenyataan riil bahwa dewasa ini kita mengalami peningkatan kesejahteraan ekonomi global yang telah tumbuh secara besar dan cepat yang belum pernah ada sebelumnya. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi global ini tidak disertai dengan kesetaraan kekayaan di dalam dan di antara berbagai negara. 

Kita masih menyaksikan di tengah pertumbuhan itu kondisi kemiskinan dan meningkatnya jumlah kaum miskin yang semakin besar. Hal ini menandakan ketimpangan ekonomi dan keuangan yang besar dalam dunia modern saat ini. Philip Booth, seorang penulis Vatikan, mengatakan dokumen ini "secara tepat, menyebutkan bahwa ada jauh lebih banyak kehidupan ekonomi daripada yang dapat diukur dengan GDP, tetapi itu tidak mencatat jatuhnya kematian bayi dan pekerja anak dan jatuhnya kematian akibat polusi atau peningkatan besar dalam literasi yang telah terjadi sejak globalisasi dimulai pada awal 1980-an." (http://www.catholicherald.co.uk/commentandblogs/2018/05/ 17/the-best-vatican-document-on-economics-for-some-time). Dokumen setebal 11.000 kata ini menyebut situasi tersebut sebagai sebuah ketidaksetaraan kekayaan yang meluas, praktek keuangan yang tidak jujur, dan penekanan keuntungan atas barang-barang otentik. 

Visi Ekonomi-Keuangan yang Sempit

Menurut Kardinal Peter Kodwo Appiah Turkson, istilah ekonomi berasal dari kata Yunani "oikos" dan "nomos" yang berarti cara mengenali, menata atau mengatur rumah kita. 

Pemahaman ini merujuk pada kebersamaan manusia dan nasib bersama seluruh umat manusia. Itu berarti bahwa upaya untuk mengenali, menata dan mengatur pandangan-pandangan baru, perkembangan-perkembangan baru berserta kegiatan dan bentuk kehidupan serta sistem-sistem ekonomi yang baru harus bertujuan untuk mempromosikan perkembangan manusia secara menyeluruh (bdk. Laudato Si', no. 202).

Sedangkan istilah keuangan berasal dari Bahasa Latin yang artinya "tujuan" atau "akhir". Istilah ini biasanya dipahami sebagai tujuan atau pemenuhan. Menurut Kardinal Peter Kodwo Appiah Turkson, keuangan tidak senantiasa berarti menghasilkan uang per se. Sebaliknya, keuangan merupakan sebuah ilmu 'fungsional' yang hadir untuk membantu tujuan-tujuan lain dari masyarakat. 

Semakin baik institusi-institusi keuangan masyarakat berjalan sesuai dengan tujuan-tujuan dan ideal-ideal tersebut, semakin kuat dan berhasil sebuah masyarakat. Atau dalam Bahasa Paus Benediktus XVI, "Keuangan... perlu kembali menjadi instrument yang terarah kepada peningkatan penciptaan dan pembangunan kesejahteraan" (Caritas in Veritate, 65), termasuk juga menjaga keutuhan lingkungan hidup. Pengembangan keuangan yang baik akan membantu kebaikan semua orang terlebih mereka yang kurang beruntung. (http://press.vatican.va/content/salastampa/en/bollettino/pubblico/2018/05/17/180517e.html)

Melihat ketimpangan ekonomi dan keuangan global saat ini, dokumen OPQ menuntut hadirnya sebuah penegasan etis apabila dunia saat ini tidak ingin "meluncur menuju keruntuhan sosial dengan akibat-akibat yang menghancurkan." Ketimpangan ekonomi dan keuangan global saat ini menunjukkan adanya sebuah visi terbatas mengenai pribadi manusia. 

Manusia sekedar dipandang sebagai "konsumen" yang mendatangkan keuntungan bagi peningkatan ekonomi dan yang dapat mengoptimalkan pendapatan keuangan. Dokumen secara tegas mengkritik visi ekonomi-keuangan tersebut dan menyebutnya sebagai sebuah upaya "mereduksikan" manusia kepada logika konsumsi ekonomi dan primat keuangan belaka. 

Melawan pandangan di atas, dokumen OPQ menandaskan bahwa manusia adalah "pribadi relasional" yang keberadaannya harus didukung oleh semua kegiatan ekonomi dan keuangan. Atau dalam terminologi Philip Booth "ekonomi dan keuangan adalah tentang interaksi dan kerja sama manusia. Hal ini pada akhirnya tidak dapat dipisahkan dari pertimbangan etika normatif." (http://www.catholicherald.co.uk/commentandblogs/2018/05/17/the-best-vatican-document-on-economics-for-some-time/)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun