Pagi ini aku bertemu matahari
Yang menebar sinar keemasan
Serupa senyum riang dan tawa nan legakan hati
Hangatnya mendekap penuh kedamaian
Hmmm, sepertinya matahari sedang berbunga rasa
Mungkin rembulan tlah membalas cintanya
Atau sang surya sedang mencoba menjilati
Tubuh-tubuh yang melangkah penuh semangat dan imaji
Namun saat senja bersiap menempati sudut cakrawala
Matahari tak lagi bisa kurasa hangatnya
Angin dingin menyeruak
Mengusik kulit yang seharusnya terlindung kain-kain yang seolah tercampak
Awan-awan gelap mulai menitikkan air mata
Matahari tak lagi kuasa tunjukkan diri
Bersembunyi di balik tebalnya awan duka
Dan kesedihan yang seolah menyelimuti
Sepertinya aku tak lagi pandai membaca matahari
Terkadang sinarnya panas menghangatkan
Lalu awan gelap merubahnya menjadi dingin nan membekukan
Serupa engkau sang puteri yang ku jumpa di sepanjang hari
Senyummu selalu penuh misteri
Kulihat kehangatan dan kebekuan yang tak bisa ku mengerti
Bolehkah aku mengungkap sebuah tanya
Tentang resah yang tak lagi ku tahu jawabnya
Adakah kau memendam sekeping rasa yang sama
Tangerang, Maret 2019
Mahendra Paripurna
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI