Bicara pengetahuan adalah bicara tentang teori epistemologi. Sudah sejak zaman para filosof Yunani Kuno, urusan pengetahuan ini terus dibahas tanpa kandas. Seolah tidak ada habisnya membahas tentang teori pengetahuan ini. Sejatinya, memang tidak akan pernah habis teori pengetahuan ini jika dibahas.
Berbagai mazhab teori pengetahuan muncul mulai dari empirisme, rasionalisme, kritisisme, idealisme dan lainnya. Itu saja hanya merupakan teori pengetahuan klasik produk para filosof zaman dulu. Di zaman kontemporer ini ada epistemologi kiri, epistemologi kanan, dekonstruksi, hermeneutik, genealogi pengetahuan dan teori-teori lainnya yang memusingkan kepala jika dibahas satu per satu.
Tetapi, dari teori apa pun pengetahuan dilahirkan, jika terkait dengan kebutuhan manusia untuk menjalani kehidupannya di dunia ini, hanya ada beberapa jenis pengetahuan yang dibutuhkan. Beberapa teori pengetahuan yang ada mungkin saja tidak berguna ketika sudah menyangkut hidup seseorang dari sudut pandang praktis dan fungsionalnya.
Pengetahuan di sini bisa berupa pengetahuan teoretis, pengetahuan praktis, keterampilan, kognitif, afektif, psikomotorik atau konatif. Semuanya kita sebut saja sebagai pengetahuan. Pijakan dari klasifikasi di bawah mengacu kepada kebutuhan praktis sehari-hari dan pendekatan fungsional dari pengetahuan.
1. Pengetahuan tentang Profesi
Apa yang dilakukan oleh kita untuk bekerja dalam rangka bertahan hidup bisa disederhanakan dengan sebutan profesi. Setiap orang tentunya memiliki profesi sebagai kegiatan pokok yang dengannya dia bekerja untuk bisa melanjutkan kehidupannya. Ada yang jadi dokter, pedagang, buruh, petani dan lain-lain.
Setiap profesi yang dijalani, pastilah membutuhkan pengetahuan sesuai bidangnya. Tidak mungkin yang bekerja sebagai guru tidak mengetahui dan menguasai pengetahuan yang diajarkan. Begitu pula dengan profesi lainnya. Sehingga istilah profesional selalu mencerminkan kemampuan dalam bidang pekerjaan yang menjadi penopang utama bagi kehidupan.
Ketidakmampuan dalam menguasai profesi tertentu, akan berakibat pada menurunnya kualitas kehidupan. Orang yang menganggur, meskipun bukan melulu disebabkan karena ketidaktahuan terhadap pekerjaan tertentu, tetapi itu menandakan kekurangan daya saing dalam bidang pekerjaan. Daya saing sangat erat dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan kerja tentunya.
2. Pengetahuan tentang Interaksi
Manusia tidak hanya hidup sendiri dengan profesinya tanpa terlibat dengan lingkungannya. Manusia membutuhkan kegiatan sosialisasi, spiritualisasi dan transendensi. Jika sosialisasi berarti hubungan interaksi dengan sesama manusia dan juga alam sekitarnya, maka spiritualisasi dan transendensi menyangkut hubungan dengan Tuhan sebagai penciptanya.
Interaksi dengan sesama manusia dan lingkungan mengharuskan orang menguasai pengetahuan yang terkait dengannya. Sopan santun, etika, bahasa, budaya dan pengetahuan lainnya dibutuhkan untuk mendukung kegiatan interaktif dengan sesamanya. Melalui pengetahuan itu, orang tidak akan terisolasi secara sosial dan komunal.