
Karya Lukisan Anak-Anak di Kampung Sinau/Dok. Pribadi

Produk-Produk Kerajinan PKK RW 04 dari Bahan Limbah di Kampung Sinau/Dok. Pribadi

Mbak Desy & Mbak Lilik Berpose dengan Latar Belakang Produk Kerajinan Ibu-ibu PKK di Kampung Sinau/Dok. Pribadi
Menurut pengakuan Ketua Karang Taruna itu, motivasi awalnya karena prihatin. Anak-anak kampung di sini banyak yang tidak bisa ke SMP/MTs Negeri setelah tamat SD/MI. Terus diadakan les gratis... agar mereka bisa masuk ke SMPN 22 Cemorokandang atau MTsN Malang 2. Lalu tergeraklah untuk menjadikannya Kampung Sinau. Berdiri baru sekitar dua tahunan yang lalu. Di tempat ini, anak-anak bebas belajar dan bermain sepuasnya. Tak hanya itu, anak-anak bisa belajar melukis, membatik, dan bermain musik. Gratis lagi!

Pajangan Lukisan Anak-Anak Kampung Sinau/Dok. Pribadi
Kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan oleh komunitas Kampung Sinau itu layak mendapatkan apresiasi dan penguatan. Semoga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat serta para pihak terkait berkenan mensupport mereka, apapun bentuknya.
Di akhir pertemuan, saat saya bertanya, “Apa harapan Mas Mansur?” Dia hanya menjawab singkat, “Kami membutuhkan 1.000 buku untuk mengisi ruang Kampung Sinau”. Ini adalah gerakan literasi yang benar-benar patut mendapatkan dukungan!

Sebagian Bahan-bahan Ajar di Kampung Sinau/Dok. Pribadi
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!