Mohon tunggu...
Lumina Learning Indonesia
Lumina Learning Indonesia Mohon Tunggu... Lainnya - Perusahaan Pengembangan Diri

Lumina Learning merupakan perusahanan pengembangan diri, tim, dan organisasi dengan basis kepribadian untuk membangun kedekatan tim, resolusi konflik, dan kolaborasi berkelanjutan. Dengan menggunakan psikometri yang teruji, Lumina mengeksplorasi kepribadian hingga lapisan terdalam mulai dari 4 Spektrum Warna, 8 Aspek, hingga 24 Kualitas. Warna-warni karakteristik manusia dirangkul dengan penilaian yang objektif, berbasis behavioral, dan menjunjung nilai humanistik— Tim Anda akan menjadi lebih meriah dan fleksibel. Rasakan pengalaman imersif ini melalui cerita-cerita yang dituang sedemikian rupa, untuk menjadi inspirasi hari Anda. Kunjungi juga kami di https://luminalearning.id/

Selanjutnya

Tutup

Worklife

Mengatasi Miskomunikasi dengan Cepat dan Tepat

20 Oktober 2023   09:14 Diperbarui: 15 Februari 2024   11:08 199
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Lumina Learning Indonesia

"Salah lagi...salah lagi..."

Miskomunikasi bisa menjadi menyebalkan ya, bahkan membuat si pembawa pesan merasa frustrasi dan kewalahan. Untuk membantu meringankan masalah, kamu perlu melihat apa yang terjadi dalam miskomunikasi itu sendiri. Menurut Vina (2022), miskomunikasi merupakan kesalahan dalam memaknai pesan atau tujuan dari percakapan. Miskomunikasi dapat terjadi karena beberapa hal, seperti informasi yang tidak utuh, percakapan yang meninggalkan ruang untuk berasumsi, tidak menangkap inti diskusi, informasi yang terlalu banyak, informasi yang datang dari berbagai sumber, dan percakapan yang keluar jalur terlalu jauh.

Bisa saja apa yang kamu utarakan sudah sesuai, versi kamu. Kita diingatkan kembali bahwa rekan-rekanmu  menangkap pesan melalui sudut pandang yang berbeda-beda. 

Ini percakapan Lumi dan Mina ketika mereka bekerja di divisi Business Development

Sumber: Lumina Learning Indonesia
Sumber: Lumina Learning Indonesia
Sumber: Lumina Learning Indonesia
Sumber: Lumina Learning Indonesia
Sumber: Lumina Learning Indonesia
Sumber: Lumina Learning Indonesia

Sebagai contoh, miskomunikasi di atas terjadi karena ada ekspektasi yang tidak disebutkan.

Lumi sudah merencanakan dengan rinci strategi yang ia harus lakukan dan tersimpan di dalam pemikirannya. Namun Lumi perlu ingat bahwa saat ini ia sedang bekerja dengan orang lain. Ada ekspektasi yang tidak tersampaikan. Ekspektasi tersebut bisa saja datang dari energi kuning, yaitu berpikiran jauh ke depan hingga melupakan situasi yang ingin dicapai di satu momen tersebut. Yang ditampilkan Lumi adalah energi merah yang berorientasi meyakinkan orang lain dengan fakta logis dan semangat berargumentasi. 

Sedangkan dengan energi kuning Mina, ia menangkap itu sebagai kesempatan untuk mendatangkan berbagai ide. Ia akan berpikir lokasi launching, copywriting yang cocok, tagline, desain prototipe--- Segala ide yang bermula dari kata kunci "pemasaran", seperti kata Lumi. Namun persisnya untuk apa dan seperti apa, Mina hanya berpikir itulah bahan untuk didiskusikan di meeting tersebut. Arti dari pemasaran sendiri bisa dalam berbagai bentuk, bukan?

Keduanya melupakan ada energi yang bisa menjadi titik hubung dalam komunikasi mereka, yaitu menggunakan energi biru untuk menstrukturkan komponen apa yang diperlukan dalam meeting, outline seperti apa yang diharapkan. Jika kita tidak mengetahui hal ini, miskomunikasi dapat berkepanjangan dan menyebabkan pekerjaan tidak berjalan efektif, membuat jarak di antara anggota tim. Miskomunikasi dapat diperburuk dengan perasaan adanya ajang mencari "benar-salah" hingga menyudutkan orang lain.

Bagaimana cara meluruskan miskomunikasi?

Tidak semua orang bisa mengurai miskomunikasi dengan lantang dan tegas. Ada juga yang bersifat diplomatis, yang bisa menjadi semakin tidak jelas atau bertele-tele bagi beberapa orang. Mereka bisa terlalu memikirkan orang lain sehingga tidak nyaman membicarakan kesalahan atau menyinggung orang lain secara personal. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun