Segala macam tantangan dalam kehidupan dapat menjadi wujud kasih sayang Allah Swt, seperti diberi rasa sakit agar manusia kembali ingat pada Allah Swt. Peringatan Allah yang terus menerus dan berulang kali, yang demikian merupakan bentuk sifat rahman rahim Allah Swt. Dari peringatan ini pula diharapkan manusia akan datang bersimpuh dihadapan-Nya, berdoa memohon ampunan, mengakui kesalahannya. Sehingga akan kembali mendapatkan rahmat  Allah Swt, diberi rizki, dibangkitkan dan dipulihkan  kembali kehidupannya.Â
Dilafadz ar-Rahman ar-Rahim yang kedua, di dalamnya ada kebijaksanaan yang agung dan luhur yang Allah Swt terapkan pada manusia.Â
Pada saat seseorang sedang ujian tentu akan mendapatkan sertifikat kelulusan penilaian dari hasil ujian. Hal ini sama halnya ketika manusia berada didunia (sedang sekolah) kemudian ada ujian (cobaan dan amalan ibadah). Kelak ia akan mendapatkan sertifikatnya yang berisi nilai ibadahnya kelak di akhirat  diperlihatkan. Nilainya baik atau kurang baik, perilaku kita banyak yang benar apa salah.
Sedangkan untuk menambah nilai-nilai baik pada buku catat (raport) dapat dengan cara melakukan  hal-hal yang sifatnya amaliyah sunnah. Karena pokok dari nilai ujian amaliyah wajib di dunia tidak dihilangkan. Jadikan amalan sunnah sebagai poin tambahan nilai saja.
Oleh sebab itu, janganlah menjadi orang yang rajin melakukan sunnah tetapi wajibnya ditinggalkan. Inilah hal salah yang harus segera dibetulkan. Bentuk amalan ngaji yang dilakukan dapat dijadikan sebagai bentuk koreksi adanya syariat atau petunjuk hidup yang telah Allah tetapkan pada manusia, apakah manusia mengatahui sebagaimana Allah tetapkan dalam firman-Nya dan hadits yang disampaikan oleh utusan-Nya.
Senang berkumpul dengan orang baik akan terbawa baik, sebagaimana ketika  berada di sisi penjual minyak wangi, akan terbawa ikut wanginya. Kemuliaan seseorang bisa karena dirinya memang dimuliakan oleh Allah Swt. Tetapi ada juga orang menjadi mulia karena bersama orang-orang mulia.
Kita hidup sekarang ini bukan berada di kelas para Nabi maupun syuhada, akan tetapi kita berusaha semaksimal mungkin untuk berada di kelas sholihin, walaupun tingkatan ini juga sangat berat. Sifat sholihin sebagai orang yang sama baiknya, antara baik lahir maupun batin. Orang yang akidahnya benar dan amalnya sesuai pedoman sunnah dan ketaatan kepada agamanya.
Allah Swt menginstal manusia ada sifat rasa takut dan seneng. Takut ini agar manusia memiliki rasa takut ketika berbuat salah dan merasa bersalah saat berbuat dosa. Begitu juga dengan sifat senang Allah Swt membuat manusia senang dengan ciptaan yang ada di dunia dan segala pemberian-Nya (menjadi manusia bersyukur). Pada sisi lain ciptaan manusia ada bentuk dan perilaku yang bermacam-macam, oleh karena itu janganlah berprasangka buruk yang berlebihan terhadap ciptaan Allah Swt, karena hal itu sama halnya dengan kita menjelekkan ciptaan Allah Swt.
Semua manusia dan makhluk di alam semesta ini ciptaan Allah  Swt. Dia pula yang merawat dan memilihara. Jika ditemukan ada makhluk yang tidak sesuai dengan pemikiran dan sifat kita, mereka itu juga makhluk ciptaan Allah Swt. Sehingga tidak layak bagi manusia untuk menghinanya.
Keimanan seseorang merupakan rahasia Allah Swt, seperti ada orang yang mengaku beriman kepada Allah Swt padahal menurut Allah sendiri tidak beriman. Ada juga yang mengaku  beriman tetapi tanpa diuji. Dalam diri manusia ada yang berpura-pura mengikuti ajaran agama islam, beriman kepada Allah Swt tetapi sebenarnya hati mereka ingkar.  Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran Surah Al-Ankabut ayat 2-3. "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan untuk mengatakan, 'kami telah beriman' tanpa diuji? Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, sehingga Allah benar-benar tahu orang-orang yang tulus dan orang-orang yang dusta."
Allah Swt dipastikan akan menguji manusia yang beriman agar menjadi jelas tingkat kebenaran dan keteguhan mereka. Pengakuan iman itu masih harus dibuktikan dalam bentuk sikap dan tindakan ketika menghadapi ujian dan cobaan. Inilah konsekwensi bagi seseorang yang menyatakan keiman kepada Allah Swt.Â