Mohon tunggu...
Lukas amabayo
Lukas amabayo Mohon Tunggu... Lainnya - lukas ama bayo

menulislah, maka dunia akan mengenalmu

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Runtuhnya Kesakralan Budaya Tarian Hedung di Adonara

13 Oktober 2020   17:34 Diperbarui: 13 Oktober 2020   17:45 1258
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sebelum tarian hedung ini dipentaskan orang-orang terlebih dahulu melakukan ritual bau lolon untuk memanggil roh-roh atau arwah para leluhur agar mereka senantiasa merestui dan melindungi kaum pria di medan perang.

Tarian hedung yang awalnya hanya digunakan untuk menghantar dan menjemput kaum pria dari medan perang kini berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Tarian hedung sekarang dimaknai sebagai penghormatan  kepada roh-roh atau arwah para leluhur di medan perang.

Kesakralan dalam tarian hedung sekarang ini sangat jauh dan bahkan hilang. Orang jarang memaknai tarian hedung sebagai bagian dari jiwa kepahlawanan nenek moyang dahulu di medan perang.

Tarian hedung adalah tarian keberanian untuk memperoleh kemenangan. Hal ini dapat dilihat dari arti kata hedung yaitu menang. Hedung adalah kemenangan. Jadi, jika seseorang atau kelompok tertentu mementaskan tarian hedung, hal utama yang tertanam dalam jiwanya adalah kemenangan. Gerakan-gerakan dalam mementaskan tarian hedung harus melambangkan jiwa pahlawan.

Tarian hedung yang dahulunya dipentaskan untuk menghantar dan menjemput kaum pria di medan perang kini dimaknai sebagai penghormatan terhadap roh-roh atau arwah para leluhur. Bahkan perang di Adonara pada tahun-tahun belakangan ini sudah tidak melakukan ritual tarian hedung sebagai penghantar dan penjemputan kaum pria di medan perang.

Orang-orang hanya berkumpul dalam rumah adat untuk melakukan ritual-ritual lain sebelum pergi ke medan perang tanpa melakukan tarian hedung. Walaupun kedengarannya sangat menakutkan tetapi itulah budaya kita. Perang pada zaman dahulu dan zaman sekarang tidak ada bedanya.

Keberanian tetap dalam jiwa untuk memperoleh kemenangan. Siapapun yang mementaskan tarian hedung harus menanamkan jiwa kepahlawanan dalam dirinya serta terus menjaga dan menghormati roh-roh atau arwah leluhur kita yang lebih dahulu meninggal di medan perang. Kesakralan itu tetap dijaga dan harus menjadi bagian dari tarian perang agar maknanya tidak pudar dikenang usia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun