Mohon tunggu...
Ludiro Madu
Ludiro Madu Mohon Tunggu... Dosen - Dosen

Mengajar di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional UPN 'Veteran' Yogyakarta.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Belajar Memaafkan, lalu Melupakan dari Lagu the Corrs

14 Agustus 2024   09:41 Diperbarui: 14 Agustus 2024   09:49 28
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi minta maaf | Via: itsarinfo.blogspot.com 

"Forgiven, Not Forgotten", lagu yang menjadi judul album debut The Corrs, adalah sebuah karya yang menggambarkan carut-marut emosi manusia dalam menghadapi masa lalu. Lagu ini mengeksplorasi tema-tema universal, seperti pemaafan, kenangan, dan struggle untuk move on dari pengalaman yang menyakitkan.

The Corrs, dengan latar belakang yang kuat dalam musik tradisional Irlandia, telah membawa nuansa tersendiri dalam menyampaikan pesan ini. Penggunaan instrumen tradisional seperti tin whistle dan fiddle dalam lagu pop menciptakan lapisan emosi yang lebih dalam. 

Suara instrumen-instrumen ini seolah-olah mengingatkan kembali gema dari masa lampau. Mengingatkan pendengar bahwa kenangan, baik personal maupun kolektif, selalu menjadi bagian dari identitas kita.

Dari awal lagu, pendengar diperkenalkan pada sosok yang kesepian, terjebak dalam rutinitas hidup yang monoton. Deskripsi tentang hari-hari yang kelabu dan malam-malam yang gelap menegaskan perasaan hampa dan kehilangan makna dalam hidup karakter utama. 

Penggunaan metafora warna ini efektif dalam menggambarkan keadaan emosional yang kompleks. Begitu juga penyebutan mainan berbulu bermata satu di atas tempat tidur bukan hanya sekadar detail dekoratif. 

Mainan ini menjadi saksi bisu atas kesedihan dan kerinduan karakter utama. Benda mati pun seolah-olah dapat merasakan penderitaan yang dialami. Mainan ini juga bisa dilihat sebagai representasi dari masa kecil atau masa lalu yang lebih bahagia, kontras dengan realitas saat ini yang penuh kesedihan.

Baca juga: Penikmat Kopi

Inti dari lagu ini terletak pada konsep "memaafkan, tapi tidak melupakan." Frasa ini, yang diulang beberapa kali dalam lagu, menggambarkan dilema yang sering dihadapi manusia. Memaafkan seseorang atau suatu kejadian tidak serta-merta menghapus ingatan atau dampak emosional dari pengalaman tersebut. 

Pemaafan sepertinya mudah dilakukan. Namun, yang pelik adalah melupakan. Memaafkan dan melupakan adalah dua hal yang berbeda dan seringkali tidak selalu berjalan beriringan.

Lagu ini juga dapat diinterpretasikan sebagai refleksi tentang hubungan yang berakhir. Meskipun seseorang mungkin telah memaafkan mantan kekasihnya, kenangan tentang hubungan tersebut masih tetap ada. Ini menggambarkan struggle yang umum dialami banyak orang setelah putus cinta - bagaimana cara move on sementara kenangan masih tetap hidup?

Dari sisi psikologis, "Forgiven, Not Forgotten" menggambarkan proses penyembuhan yang tidak linear. Memaafkan mungkin merupakan langkah penting dalam penyembuhan, tetapi itu tidak secara otomatis menghilangkan rasa sakit atau kenangan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun