Sabtu 18 Februari 2017 adalah kali pertama saya mengikuti Kediri Car Free Night. Bersama kakak sepupu yang cantik, kami menyusuri sepanjang Jalan Veteran Kota Kediri dengan berjalan kaki, sesudah memarkir kendaraan di tempat penitipan yang telah disediakan.
Cukup membayar uang parkir Rp5.000,00, kami bisa menikmati pemandangan layaknya pasar malam tradisional yang pernah kami kunjungi pada masa kecil. Tak dikenakan tiket masuk maupun biaya tambahan untuk masuk ke tempat penyelenggaraan Kediri Car Free Night ini.
Semua pedagang yang berjajar mulai depan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kediri hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kediri tersebut sibuk menjajakan barang-barang yang dijualnya, seperti pakaian, sepatu, sandal, aksesoris dan sebagainya. Aneka makanan dan minuman juga dijajakan untuk mengisi perut dan menghilangkan dahaga para pengunjung acara ini.
Kediri Car Free Night ini tak hanya menjadi ajang warga Kota Kediri dan sekitarnya untuk berbelanja maupun berwisata kuliner, tetapi juga mengenal lebih jauh potensi-potensi yang ada di kota terkenal dengan makanan tahu kuning dan tradisional ini. Sebab, kegiatan tersebut juga menyediakan booth untuk para pemilik usaha kecil dan menengah (UMKM) yang memboyong aneka panganan dan kerajinan khas Kediri, serta stand khusus untuk komunitas-komunitas yang ada di Kediri dan sekitarnya.
Pihak penyelenggara juga menghiasi jalanan mulai depan SMA Katolik Santo Vincentius hingga SMA Negeri 1 Kediri dengan banyak payung bermotif pelangi. Tak heran jika Jalan Veteran sebelah timur itu cukup dipenuhi para pengunjung. Terutama anak muda, untuk berfoto ria sejak sore, baik bersama keluarga maupun sahabat terkasih.
 Untuk menyemarakkan suasana bermalam Minggu, beberapa pertunjukan juga sudah disiapkan di panggung berbeda. Saat itu saya sempat menyaksikan ada pertunjukan kesenian Barongsai di depan Perum Candra Kirana, perkenalan komunitas di depan SMA Negeri 1 Kediri hiburan band di depan SMK Negeri 2 Kediri dan ketoprak yang dimainkan anak-anak tingkat SD di depan SMA Negeri 2 Kediri.
Rangkaian acara yang saya nikmati di atas merupakan Kediri Car Free Night ketiga, bertajuk "White Love" atau Cinta Putih. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, untuk saat ini, Kediri Car Free Night belum rutin digelar setiap akhir pekan, tetapi hanya pada tanggal tertentu yang penentuannya masih belum saya ketahui. Maklum, saya baru menikmati kembali hari-hari di Kediri selama sebulan. Jadi, alangkah baiknya jika kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri ini digelar secara terjadwal agar bisa menjadi alternatif hiburan murah meriah bagi warga Kota Kediri dan sekitarnya.
Luana Yunaneva
Tulisan ini sebelumnya telah dipublikasikan diblog pribadi penulis