Mohon tunggu...
Lilis Sofiatun najah
Lilis Sofiatun najah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Hobi memasak dan membaca

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Ruang Lingkup dan Periodisasi Sejarah Islam: Dari Awal Perkembangan hingga Dinamika Modern

29 November 2024   00:23 Diperbarui: 29 November 2024   00:23 37
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ruang Kelas. Sumber Ilustrasi: PAXELS

          Sejarah membicarakan manusia dari sudut pandang waktu. Dalam waktu dapat terjadi banyak hal, antara lain: perkembangan, kesinambungan, pengulangan, dan perubahan. Perubahan dapat terjadi dengan cara sangat cepat, cepat, lambat, atau dengan cara sangat lambat. Itulah sebabnya periodisasi menjadi sangat penting dalam sejarah; yakni agar dalam masing-masing periode dapat dilihat secara jelas ciri-ciri dan karakteristik perubahannya. Dalam istilah sejarah, mengacu pada informasi yang terjadi pada suatu periode di masa lalu atau yang masih ada hingga saat ini. Sejarah juga diartikan sebagai beberapa situasi dan peristiwa yang terjadi di masa lalu dan benar-benar terjadi pada individu dan masyarakat, seperti halnya apa yang terjadi di alam dan realitas manusia. Pengertian sejarah lainnya adalah yang tersusun dari serangkaian peristiwa masa lampau keseluruhan pengalaman manusia.

         Dari beberapa pengertian sejarah di atas dapat dimengerti bahwasannya sejarah itu merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha melukiskan tentang peristiwa masa lampau umat manusia yang disusun secara kronologis untuk menjadi pelajaran bagi manusia yang hidup sekarang maupun yang akan datang. Itulah sebabnya, dikatakan orang bahwa sejarah adalah guru yang paling bijaksana.

        Para ahli sejarah menjadikan ruang lingkup pembicaraannya pada manusia dan waktu serta ruang, dengan demikian ruang lingkup penelitian sejarah adalah semua usaha manusia pada suatu waktu dan pada tempat tertentu. Ruang lingkup sejarah peradaban Islam berkaitan erat dengan objek kajian sejarah. Objek kajian sejarah peradaban Islam adalah fakta-fakta pertumbuhan dan perkembangan peradaban Islam, baik formal, informal, dan non formal serta baik individual maupun kelompok. Dengan demikian, akan diperoleh apa yang disebut dengan sejarah serba objek. Hal ini sejalan dengan peranan agama Islam sebagai agama dakwah penyeru kebaikan, pencegah kemungkaran, dan penuntun menuju kehidupan yang sejahtera lahir batin secara material maupun spiritual di dunia ataupun di akhirat kelak. 

         Ruang lingkup peradaban Islam dapat dilihat dari periode sejarah peradaban Islam. Menurut Nourouzzaman Shiddiqy Sejarah peradaban Islam dibagi menjadi tiga periode;pertama, periode klasik (+650--1258 M); kedua, periode pertengahan (jatuhnya Baghdad sampai ke penghujung abad ke-17 M) dan periode modern (mulai abad ke-18 sampai sekarang). Sedangkan menurut Harun Nasution Sejarah peradaban Islam dibagi menjadi tigaperiode: pertama, periode klasik (650--1250 an); kedua, periode pertengahan (1250 -- 1800 an) dan periode modern (1800 sampai sekarang). 

     Di kalangan sejarawan terdapat perbedaan tentang saat dimulainya sejarah Islam. Secara umum, perbedaan pendapat tersebut dapat dibedakan menjadi dua. Pertama, sebagian sejarawan berpendapat bahwa sejarah Islam dimulai sejak sang baginda Nabi Muhammad saw diangkat menjadi rasul. Oleh sebab itu, menurut pendapat ini, selama 13 tahun Nabi Muhammad saw tinggal di Mekah telah lahir masyarakat muslim meskipun belum berdaulat. Kedua, sebagian sejarawan berpendapat bahwa sejarah umat Islam dimulai sejak Nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah karena masyarakat muslim baru berdaulat ketika Nabi Muhammad saw tinggal di Madinah. Muhammad saw tinggal di Madinah tidak hanya sebagai rasul, tetapi juga merangkap sebagai pemimpin atau kepala negara berdasarkan konstitusi yang disebut Piagam Madinah. Sedangkan menurut Harun Nasution (1985: 56-68) dan Nourouzaman Shidiqi (1983: 66-68) membagi sejarah Islam menjadi tiga periode, yaitu: Periode Klasik (650-1250 M), Perode Pertengahan (1250-1800 M), dan Periode Modern (1800-sekarang).

  •   Periode klasik ini dibagi menjadi dua masa, yaitu masa kemajuan Islam I dan masa disintegrasi. Masa ini merupakan masa ekspansi, integrasi, dan kekuasaan Islam. Dalam hal ekspansi, sebelum Nabi Muhammad saw wafat pada tahun 632 M seluruh semenanjung Arabia telah tunduk ke bawah kekuasaan Islam. Perluasan ke daerah-daerah di luar Arabia dimulai pada zaman khalifah pertama, Abu Bakar al-Shiddiq.
  • Periode Pertengahan (1250-1800 M). Periode ini terbagi ke dalam dua masa, yakni Masa Kemunduran I dan Masa Tiga Kerajaan Besar. periode ini ditandai dengan disintegrasi politik dan kebudayaan, serta munculnya kerajaan-kerajaan besar seperti kerajaan usmani, kerajaan safawi dan kerajaan mughal.
  • periode modern merupakan masa kebangkitan islam, periode ini ditandai dengan munculnya pemikiran dan aliran-aliran pembaharuan atau modernisasi islam, sebagai respon terhadap dominasi barat dan kemunduran dunia islam.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun