Selain karakter protagonis, antagonis atau yang sering disebut villain juga memegang peranan penting dalam sebuah cerita. Kehadiran karakter yang berlawanan dengan protagonis ini sangat krusial, karena merekalah yang menciptakan konflik dan ketegangan yang membuat alur cerita menjadi lebih hidup.Â
Menariknya, para kreator tak jarang mengambil sumber dari kisah-kisah urban legend yang beredar di masyarakat untuk menciptakan karakter jahat ini.
Seperti dalam anime Dandadan. Salah satu karakter antagonisnya yaitu Acrobatic Silky ternyata terinspirasi dari urban legend yang cukup populer di kalangan masyarakat Jepang, yaitu Acrobatic Sara-Sara.Â
Bagaimana sebenarnya sosok Acrobatic Sara-Sara hingga bisa menjadi inspirasi bagi terciptanya karakter Acrobatic Silky?
1. Hantu perempuan dengan kemampuan akrobatik
Dalam kisah urban legend yang beredar di masyarakat Jepang, Acrobatic Sara-Sara juga dikenal dengan sebutan Akusara. Nama ini merujuk pada sosok hantu perempuan yang dikatakan memiliki rambut panjang dan lurus. Istilah Sara-Sara sendiri menggambarkan tekstur rambut yang lembut dan halus.
Legenda Acrobatic Sara-Sara mulai dikenal luas pada awal tahun 2000-an dan berasal dari daerah Fukushima. Dalam kisah ini, Acrobatic Sara-Sara digambarkan sebagai perempuan dengan tinggi di atas rata-rata yang mengenakan gaun berwarna merah, memiliki rambut hitam panjang, kulit yang pucat, serta senyum yang lebar. Deskripsi fisik Acrobatic Sara-Sara kemudian diadaptasi menjadi tampilan untuk karakter Acrobatic Silky.
Tak hanya penampilannya, keahlian utama Acrobatic Sara-Sara, yaitu gerakan akrobatiknya, juga menjadi inspirasi bagi karakter Acrobatic Silky. Berdasarkan berbagai cerita, Acrobatic Sara-Sara sering menampakkan diri di gedung-gedung tua atau sekolah yang telah lama ditinggalkan. Untuk menarik perhatian, ia akan menyamar seperti orang yang sedang tersesat atau membutuhkan pertolongan.
Kemudian, saat ada orang yang mendekat dan mengajaknya berbicara, ia akan mulai menunjukkan kemampuan akrobatiknya. Selain sering muncul di lokasi-lokasi yang telah lama ditinggalkan, kehadiran Acrobatic Sara-Sara biasanya ditandai oleh berbagai suara misterius, seperti langkah kaki yang berlari cepat di lorong, bunyi lompatan, hingga suara tawa kecil yang menyeramkan.
2. Murid yang berbakat dalam bidang akrobatik
Meskipun Acrobatic Silky terinspirasi dari Acrobatic Sara-Sara, namun ada perbedaan yang jelas di antara keduanya, terutama pada latar belakang kehidupan mereka sebelum berubah menjadi yokai (makhluk mistis dalam cerita rakyat Jepang).
Saat masih menjadi manusia, Acrobatic Sara-Sara adalah seorang murid sekolah yang sangat berbakat dalam akrobatik. Ia dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam melompat, berputar, hingga melintasi rintangan sulit.
Sayangnya, ia harus mengalami hal yang tragis. Suatu hari, ia mengalami kecelakaan fatal saat berlatih di sekolah, yang akhirnya merenggut nyawanya. Sejak kejadian tersebut, mulai beredar rumor bahwa arwahnya terus bergentayangan di lokasi tempat ia kehilangan nyawanya.
Kabarnya, Acrobatic Sara-Sara masih terus "berlatih" di alam lain. Namun, gerakan akrobatiknya kini jauh berbeda dari saat ia masih hidup. Gerakannya digambarkan sebagai tikungan tubuh yang tidak wajar, seolah-olah tulangnya patah di berbagai bagian, sehingga menciptakan pemandangan yang mengerikan.
Berbeda dengan Acrobatic Sara-Sara yang dulunya adalah murid yang berbakat dalam bidang akrobatik, Acrobatic Silky memiliki latar belakang yang berbeda. Ia adalah yokai dari seorang ibu tunggal yang berjuang keras demi kebahagiaan putrinya. Dirinya memiliki kecintaan terhadap balet dan kerap mengajari putrinya untuk berlatih balet.
Sampai akhirnya hidupnya berubah tragis ketika sekelompok laki-laki yang diduga anggota yakuza masuk ke apartemennya. Mereka menyerang, merampok hartanya, dan bahkan membawa pergi putrinya.
Hal tersebut meninggalkan luka mendalam baik secara fisik maupun emosional. Hingga akhirnya ibu tunggal tersebut memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melakukan gerakan akrobatik yang menyerupai tarian balet.
3. Kutukan yang mengintai bagi yang melihat Acrobatic Sara-Sara
Beberapa laporan menyebutkan bahwa siapa saja yang melihat pertunjukan akrobatik dari Acrobatic Sara-Sara akan terkena kutukan yang membawa kesialan atau bahkan kematian.Â
Dalam kisah urban legend ini, diceritakan juga cara untuk menghindari Acrobatic Sara-Sara, yaitu dengan menghindari lokasi yang dikenal sebagai tempat ia melakukan akrobatik. Selain itu, membawa benda suci seperti jimat Shinto atau mantra Buddhis diyakini dapat memberikan perlindungan dari Acrobatic Sara-Sara.Â
Meski hanya berupa urban legend yang sulit dibuktikan kebenarannya, kisah tentang Acrobatic Sara-Sara memiliki pengaruh besar hingga dijadikan inspirasi dalam pembuatan karakter anime.
Pemilihan Acrobatic Sara-Sara sebagai acuan dalam menciptakan karakter villain membuktikan bahwa legenda dari urban legend mampu menghadirkan sensasi horor dan misteri yang terasa dekat dengan kehidupan nyata, sehingga mampu membuat penonton merasa lebih terhubung.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI