Mohon tunggu...
Lilis Nur Mukhlisoh
Lilis Nur Mukhlisoh Mohon Tunggu... Penulis - Content Writer

Simple is best

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Polusi Cahaya: Ancaman yang Tersembunyi di Balik Gemerlap Cahaya

28 November 2024   15:17 Diperbarui: 28 November 2024   15:26 98
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi polusi cahaya (dok. Greeneration Foundation)

2. Merusak Ritme Sirkadian Manusia

Paparan cahaya buatan, terutama di malam hari, dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh manusia. Cahaya biru dari gadget dan lampu LED dapat menghambat produksi hormon melatonin, yang berfungsi untuk mengatur tidur. 

Akibatnya, banyak orang mengalami insomnia hingga kelelahan kronis. Hal ini kemudian mengarah pada risiko penyakit serius seperti diabetes, obesitas, dan gangguan kardiovaskular.

Masyarakat yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta menghadapi risiko tinggi terkena polusi cahaya akibat keberadaan gedung-gedung tinggi dan papan reklame yang tersebar di berbagai lokasi.

3. Meningkatkan Konsumsi Energi dan Polusi Udara

Polusi cahaya sering kali berjalan beriringan dengan pemborosan energi. Lampu yang dinyalakan terus-menerus, terutama yang menggunakan sumber energi fosil, turut menyumbang emisi gas rumah kaca.

Artinya, polusi cahaya secara tidak langsung menyebabkan bahkan memperburuk polusi udara dan perubahan iklim.

4. Menghilangkan Keindahan Langit Malam

Cahaya berlebihan menciptakan efek skyglow, yaitu ketika langit malam menjadi terlalu terang untuk melihat bintang. Hal ini tidak hanya mengganggu aktivitas astronomi, tetapi juga mengurangi koneksi manusia dengan alam. 

Di beberapa kota besar, rasi bintang pun bahkan tak dapat terlihat karena langit dipenuhi oleh cahaya buatan.

Cara Mengurangi Polusi Cahaya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun