2. Merusak Ritme Sirkadian Manusia
Paparan cahaya buatan, terutama di malam hari, dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh manusia. Cahaya biru dari gadget dan lampu LED dapat menghambat produksi hormon melatonin, yang berfungsi untuk mengatur tidur.Â
Akibatnya, banyak orang mengalami insomnia hingga kelelahan kronis. Hal ini kemudian mengarah pada risiko penyakit serius seperti diabetes, obesitas, dan gangguan kardiovaskular.
Masyarakat yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta menghadapi risiko tinggi terkena polusi cahaya akibat keberadaan gedung-gedung tinggi dan papan reklame yang tersebar di berbagai lokasi.
3. Meningkatkan Konsumsi Energi dan Polusi Udara
Polusi cahaya sering kali berjalan beriringan dengan pemborosan energi. Lampu yang dinyalakan terus-menerus, terutama yang menggunakan sumber energi fosil, turut menyumbang emisi gas rumah kaca.
Artinya, polusi cahaya secara tidak langsung menyebabkan bahkan memperburuk polusi udara dan perubahan iklim.
4. Menghilangkan Keindahan Langit Malam
Cahaya berlebihan menciptakan efek skyglow, yaitu ketika langit malam menjadi terlalu terang untuk melihat bintang. Hal ini tidak hanya mengganggu aktivitas astronomi, tetapi juga mengurangi koneksi manusia dengan alam.Â
Di beberapa kota besar, rasi bintang pun bahkan tak dapat terlihat karena langit dipenuhi oleh cahaya buatan.
Cara Mengurangi Polusi Cahaya