Mohon tunggu...
Lilis Nur Mukhlisoh
Lilis Nur Mukhlisoh Mohon Tunggu... Penulis - Content Writer

Simple is best

Selanjutnya

Tutup

Foodie

Menelusuri Jejak Mooncake dalam Perayaan Mid-Autumn Festival

18 September 2024   12:08 Diperbarui: 18 September 2024   12:08 54
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Bagi masyarakat Tionghoa, mooncake atau kue bulan adalah kudapan yang melambangkan perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur (Mid-Autumn Festival). Festival Pertengahan Musim Gugur sendiri merupakan festival untuk menandai titik tengah musim gugur dan dirayakan di bawah sinar bulan purnama yang terang. Festival yang juga dikenal sebagai festival kue bulan ini dirayakan setiap tahun pada hari ke-15 bulan ke-8 menurut kalender lunar.

Lantas, mengapa mooncake atau kue bulan menjadi wajah dari perayaan ini?

Dikutip dari detik.com, festival kue bulan ini berasal dari kebiasaan para kaisar Tiongkok yang menyembah bulan sejak zaman Dinasti Zhou (1046--256 SM). Festival ini digelar sebagai ritual penghormatan kepada bulan yang dianggap sebagai simbol kesuburan dan panen yang melimpah. 

Saat itu, para petani dan rakyat biasa mempersembahkan makanan sebagai bentuk syukur atas hasil bumi yang baik, dan bulan purnama dipercaya membawa keberuntungan bagi mereka.

Namun, mooncake mulai mendapatkan popularitas luas selama Dinasti Tang (618--907 M), ketika kue ini dihadiahkan sebagai tanda terima kasih dan rasa hormat kepada raja. Pada masa Dinasti Yuan (1271--1368 M), mooncake bahkan menjadi simbol penting dalam perjuangan rakyat Tiongkok melawan penjajahan Mongol. 

Menurut legenda, mooncake digunakan sebagai alat komunikasi rahasia oleh para pemberontak yang menyelipkan pesan di dalam kue untuk merencanakan pemberontakan. Kisah inilah yang memberi mooncake makna sebagai simbol persatuan dan kebebasan. 

Selain sejarahnya yang panjang, mooncake juga sarat akan makna simbolis. Dilansir dari Tribunnews, bentuk mooncake yang bulat melambangkan kesempurnaan, keharmonisan, dan kebersamaan. Bulan purnama di pertengahan musim gugur sendiri dianggap sebagai simbol dari persatuan keluarga dan momen untuk berkumpul bersama orang-orang terkasih. 

Oleh karena itu, mooncake sering kali disantap dalam pertemuan keluarga selama festival ini, sebagai ungkapan harapan untuk kebahagiaan dan keharmonisan keluarga.

Isi dari mooncake juga memiliki arti tersendiri. Di masa lalu, mooncake diisi dengan bahan-bahan sederhana seperti kacang merah, biji lotus, atau telur asin yang melambangkan bulan. Namun seiring waktu, variasi isi mooncake semakin berkembang, mencerminkan kekayaan dan keragaman budaya Tionghoa. 

Meskipun bentuk dan isi mooncake dapat bervariasi, makna dasarnya tetap, yakni sebagai lambang harapan akan kemakmuran, kesatuan, dan keberuntungan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun