Setelah 77 tahun merdeka, apakah Indonesia sudah sepenuhnya merdeka? Sayangnya belum.
Dengan adanya keberagaman, persatuan tetap menjadi masalah utama. Lalu, persoalan kedaulatan negara dan penegakkan keadilan. Ini masih jadi beban pemikiran para aktor negarawan. Dan problem aktual yang genting adalah kemakmuran.
Dari tahun 2020 hingga 2022, badai bertubi-tubi datang. Belum selesai masalah kesehatan lewat cara lockdown, datang inflasi. Kini keadaan berangsur pulih, muncul masalah BBM naik.
Untuk menetralisir efek BBM naik, suku bunga bank turun. Bahkan bank-bank konvensional besar ternama mulai memberlakukan bunga 0 persen untuk tabungan.
Jangan khawatir! Saat bank konvensional menghargai kesetiaan nasabah dengan bunga 0 persen, ada bank digital.
Secara umum, bank digital mirip dengan bank konvensional. Bahkan LPS mencatat ada 28,3 juta rekening bank digital pada Mei 2022. Hanya saja, menurut Direktur Celios, nasabah bank digital tidak cukup aktif menyimpan dananya.
Bank digital, seperti Jago dan Jenius, hingga saat ini menawarkan bunga tabungan sekitar 2,5% per tahun. Bunga deposito di kisaran 4% tiap tahun. Dan biaya administrasi Rp10.000 per bulan.
Dengan kata lain, jika Anda mampu menyimpan dana minimal Rp4.800.000 per bulan, maka biaya administrasi akan tertutup dengan bunga tabungan.
Seandainya pun belum mampu menabung sebesar itu, masih ada dompet elektronik. Bahkan dompet elektronik DANA memiliki fitur DANA Goals. Dimana fitur tersebut berfungsi sebagai tabungan (tanpa bunga, juga tanpa biaya administrasi).