Di desaku ada beberapa sungai. Sungai-sungai tersebut sering meluap kala hujan deras. Biasanya terjadi di bulan Juli-Agustus. Kami menyebutnya musim timur.
Saat musim timur, sungai-sungai banjir. Airnya berwarna cokelat. Air asin pun ikut berwarna cokelat. Hal ini terjadi karena air sungai berkaitan dengan hilir, air asin.
Apabila kami melihat air laut berwarna cokelat, itu artinya sudah terjadi banjir. Banyak benda-benda yang dibawa air saat banjir. Ada batu, pasir, kayu, buah kelapa, dan juga sampah.
Dulu sungai yang paling dekat dengan desa sering dijadikan TPA. Padahal hal itu justru merusak sungai.
Jika ada sampah-sampah rumahan, banyak orang yang membuangnya ke sungai.
Bukan hanya sungai, ada juga yang membuang sampah ke laut. Hal ini justru membuat air laut tercemar.
Selain itu, beberapa pohon di tepi sungai pun  ditebang. Alhasil, saat musim hujan tiba, air meluap hingga ke desa.
Jika sudah kebanjiran, semua bapak-bapak di desa kami akan membuat saluran air ke laut. Hal ini bertujuan agar air hujan mengalir langsung ke laut.
Kalau musim timur tiba, para petani akan kesulitan pergi ke kebun. Hal itu lantaran banjir besar, dan belum ada jembatan beton.
Jika banjir tidak begitu deras, Â beberapa dari mereka yang rela melewati banjir. Hal itu dilakukan demi sesuap nasi, dan anak-anak mereka yang sedang bersekolah.