Jika kita mencermati berbagai persoalan ketenagakerjaan yang terjadi selama ini, pada dasarnya masalah tersebut berpangkal dari persoalan pokok, yaitu “Pemenuhan Kebutuhan Hidup” atau upaya pemenuhan kesejahteraan hidup, seperti;
1.Pangan
2.Sandang
3.Papan
4.Pendidikan
5.kesehatan
Lantas apakah dengan memenuhi semua kebutuhan Hidup Karyawan di atas melalui pemberian gaji yang besar menjamin bahwa persoalan ketenagaan kerja selesai, Karyawan akan bekerja baik, produktif, dan yang lebih penting setia kepada Perusahaan?
Mempertahankan karyawan (terutama) yang memiliki segudang potensi sepertinya tidak hanya dengan memberikan gaji besar/tinggi, ada beberapa hal lain yang bisa mempengaruhi kesetiaan Karyawan kepada Perusahaan walau telah mendapatkan gaji besar/tinggi seperti;
1. Konsistensi kebijakan atasan atau Perusahaan
Adakalanya kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh atasan dalam hal ini mewakili Perusahaan, tidak “berpihak” kepada Karyawan dengan posisi-posisi tertentu, sehingga terjadilah kecemburuan antar karyawan satu dengan yang lainnya.
Dalam hal ini kejelasan hak dan kewajiban Karyawan di Perusahaan harus dipertegas dan semua kembali pada budaya yang berlaku diperusahaan, bagaimana mulai dari pimpinan sampai pelaksana "menjiwai" budaya tersebut melalui walk the talk... bukan sekedar teori atau motivation board di dinding semata.
2. Komunikasi
Komunikasi antara Pimpinan dan bawahan, sesama kolega sangatlah berpengaruh terhadap suasana kerja atau lingkungan kerja. Komunikasi yang baik, akan menciptakan suasana kerja yang harmonis dan penuh perhatian sehingga karyawan menjadi nyaman bekerja.
3. Jenjang Karir/Pengembangan Karyawan
Yang tidak kalah penting hendaknya mencantumkan juga iklim kerja dimana semua karyawan [pimpinan dan pelaksana] mendapatkan pengakuan/aktualisasi atas kerjanya, karena keberhasilan perusahaan diakui jika keberhasilan karyawan juga diakui. Dimana seterusnya berdampak kepada pemberian kesempatan ke jenjang karir yang lebih tinggi atau pengembangan diri dengan diberikannya pelatihan-pelatihan yang dapat memberikan nilai lebih bagi kemampuan berpikir dan bekerja Karyawan.
4. Manajer SDM yang tepat
Manajer SDM yang merupakan pintu gerbang perusahaan mulai dari perekrutan hingga pemeliharaan Karyawan sangat berpengaruh untuk menjaga stabilitas turn over Karyawan. Untuk itu Manajer SDM yang baik harus selalu memperhatikan kinerja, kredibilitas atau masalah yang dialami karyawan. Komunikatif, konsisten, memberikan peluang secara merata dan kompeten dalam pengelolaan karyawan.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H