[caption caption="image source: lifeskillsauthorities.com"][/caption]
Seorang pemakai narkoba yang baru keluar dari tempat dugem menelpon polisi:
“Halo Pak, saya mau lapor. Mobil saya dibobol maling, dashboard dan setirnya hilang. Pedal gas dan pedal remnya juga hilang semua diambil maling....”
Selang beberapa menit kemudian, penelpon yang tengah mabuk itu menelpon kembali:
“Halo Pak, saya gak jadi lapor deh. Dashboard dan setirnya ternyata masih. Pedal gas dan remnya juga masih komplit...... ternyata saya salah masuk. Yang saya masuki tadi pintu belakang....” katanya dengan nada cengengesan.
Itu sekelumit ilustrasi konyol tentang bagaimana narkoba bisa membuat otak penggunanya jadi blo’on, tak bisa membedakan pintu depan dengan pintu belakang mobilnya sendiri. Herannya, mengapa pengguna narkoba statistiknya semakin meningkat setiap tahunnya ya?
Baru- baru ini, Tim Intel Kostrad dan POM Kostrad menangkap enam anggota sipil, lima anggota TNI, dan lima polisi di Perumahan Kostrad, Tanah Kusir, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2016). Dari enam orang sipil tersebut, diduga ada oknum anggota Komisi V DPR-RI. Selengkapnya baca: http://www.kompasiana.com/laurairawati/anggota-dpr-ri-diciduk-saat-beli-narkoba_56cdcb1d379773581fd7673c
Sulit untuk membayangkan, bagaimana wakil rakyat yang otaknya sudah bloon akibat narkoba itu memperjuangkan hajat hidup 250 juta rakyat Indonesia.
“Pimpinan Sidang... interupsi! Dalam rangka mengentaskan kemiskinan rakyat, dimana rakyat tidak banyak memiliki uang sedangkan kita banyak memiliki waktu, bagaimana kalau dibarter aja? Uang mereka yang sedikit itu untuk kita, waktu yang banyak kita miliki ini untuk mereka ....?”
Dan, hancurlah sebuah bangsa yang bernama Indonesia ...